Dok. Pribadi
Seni Budaya

Gita Saratas SMPN 1 Rajapolah Berharap Bisa Tampil di Istana Presiden

initasik.com, seni budaya | Puluhan anak berseragam putih hitam terlihat atraktif bermain drum band. Mereka membawakan beberapa lagu, mulai mars hingga lagu barat. Memadukan alat musik modern dan tradisional. Harmonis.

Anak-anak yang tergabung dalam Gita Saratas SMPN 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, itu tampak sudah sangat terlatih. “Marching band kita ini sudah dibentuk sejak 2004,” sebut Rubi Maulana, pelatih marching band.

Menurutnya, Gita Saratas merupakan salah satu ekstrakurikuler favorit. Anak-anak menyukainya. Saat diajak latihan tidak ngoyo. Mereka antusias. Tak heran, dalam Tasik Open Marching Band se-Priangan Timur, Gita Saratas SMPN 1 Rajapolah dinobatkan sebagai juara.

Tahun ini, Maret 2017, kelompok tersebut menduduki peringkat kedua dalam Ciamis Open Marching Band se-Jawa Barat. “Kita juga dapat prestasi the best costum  se-Jabar dan DKI, karena dalam perlombaan itu ada peserta dari luar Jawa Barat, seperti Jakarta,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, anak-anak yang tergabung dalam Gita Saratas merupakan siswa kelas 7 sampai 9 yang terpilih. Pasalnya, untuk bisa menjadi anggota tidak mudah. Ada seleksi. “Jumlah idealnya 50 orang. Lebih banyak alat musiknya, tingkat kesulitannya lebih menantang. Lebih banyak lebih bagus, karena untuk mengolaborasikan lagunya juga semakin asyik,” tutur Rubi.

Berbagai prestasi dan pengalaman pernah dirasakan. Puluhan lagu telah dikuasai. Tampil di depan para pejabat, seperti bupati, sudah sering. Namun, ada satu harapan yang sampai sekarang masih kuat tertanam, yaitu ingin tampil di Istana Presiden.

“Kita akan mengajukan permohonan ke Istana Presiden agar bisa tampil di sana. Kita memberanikan diri. Apalagi anak-anak sudah tampil percaya diri tampil di manapun. Masalah (permohonan) diterima atau tidak, itu lain soal. Yang penting usaha dulu,” tandasnya. [Jay]