Glow Party; Dia Merapat ke Belakang Panggung, Lalu Buka Kerudung
Peristiwa

Glow Party; Dia Merapat ke Belakang Panggung, Lalu Buka Kerudung

Kota Tasik | Seorang pengunjung Glow Party New Year 2016 yang digelar di Hotel Santika Tasikmalaya, Kamis, 31 Desember 2015, mencuri perhatian initasik.com. Bukan karena dia cantik, tapi lantaran pakai kerudung.

Saat disc jokey (DJ) memainkan musik ajeub-ajeubnya, perempuan berkerudung itu merapat ke depan panggung, lalu berjingkrak bersama temannya. Ia tampak asyik joget sambil mengangkat kedua tangannya.

Setelah sekian lama, perempuan itu pergi ke belakang panggung. Saat muncul lagi, ternyata kerudungnya sudah dilepas. Ia pun langsung bergabung kembali, melantai, menyatu dalam kerumunan lelaki dan wanita lainnya.

Dimintai pendapatnya soal lepas kerudung itu, Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, mengaku sangat prihatin. Menurutnya, pemakaian kerudung sejatinya merupakan kesadaran beragama seorang muslimah.

“Kalau kerudung itu dilepas, apalagi hanya untuk joget, itu indikasi bahwa dia berkerudungnya bukan karena kesadaran beragama melaksanakan perintah Allah. Itu menjadi keprihatinan kita,” tuturnya seusai bercengkrama dengan muspida di belakang pos polisi Adipura, Jumat, 1 Januari 2016, dini hari.

ini juga: Warna-warni Kota Tasikmalaya di Malam Terakhir 2015

Terkait banyaknya acara penyambutan tahun baru yang jauh dari adat ketimuran, Kiai Didi meminta pihak-pihak terkait untuk mengevaluasinya. “Ini harus dievaluasi. Dengan banyaknya titik yang dijadikan tempat tahun baruan dan diisi acara yang merusak moral, ke depan harus berpikir ulang untuk memberikan izin,” tandasnya.

Menurutnya, instansi terkait harus selektif dalam memberi izin. Sebelum mengiyakan, pelajari dulu konsep acaranya seperti apa. “Jika ternyata tidak sesuai dengan kultur daerah, jangan diberi izin. Kita ini orang timur, tetap harus sesuai kaidah dan norma-norma yang kita punya. Lalu jangan karena tahun baruan, Perda nomor 7 itu dilipat dulu. Karena acara-acara di satu malam bisa merusak generasi yang banyak,” paparnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar