Peristiwa

Go-Jek Cabut Subsidi, Para Mitra di Kota Tasik Ancam Mogok Jalan Selama Tiga Pekan

initasik.com, peristiwa | Nasib para mitra Go-Jek kian tertekan. Sejak awal, kehadiran mereka sudah ditolak oleh para sopir angkot dan ojek pangkalan. Bukan sekadar penolakan, tapi sampai terjadi pemukulan dan perusakan sepeda motor. Namun, kejadian itu tak sampai meja hijau. Kendati dilaporkan ke polisi, kasus menguap di tengah jalan. Para mitra kecewa, karena pihak Go-Jek tidak mendorong kasus-kasus itu diusut sampai tuntas.

Di tengah kondisi seperti itu, kini mereka dibuat semakin kecewa. Pihak Go-Jek mencabut subsidi yang selama ini diberikan kepada para mitra. Pencabutan itu mendorong mereka berunjuk rasa ke kantor Go-Jek Cabang Tasikmalaya, Jl. Hazet, Kota Tasikmalaya, Selasa, 27 Maret 2017. “Sekarang tidak ada subsidi, tarif minimum jadi Rp 4.000. Itu sangat memberatkan sekali kami para mitra,” ujar Asep Saripudin, di sela aksi.

Pencabutan subsidi itu diberlakukan sejak 21 Maret 2018. Asep menjelaskan, saat tarif minimum Rp 6.400, kendati tarif angkut hanya Rp 4.000, misalnya, para mitra dapat subdisi Rp 2.400. Sekarang, subsidi itu sudah dicabut. “Kami tidak meminta banyak. Kami minta tarif minimum dikembalikan lagi ke semula. Malah kalau bisa seperti di daerah lain, seperti Cirebon dan Garut,” tuturnya.

Menurutnya, para mitra merasa dikebiri oleh aturan perusahaan. Pencabutan subsidi dan aturan main lainnya membuat pendapatan mereka semakin kecil. Dulu, kata Asep, penghasilannya dalam sehari bisa mencapai Rp 150 ribu. Bersih. Sudah dipakai buat bensin dan makan. “Sekarang, dapat Rp 80 ribu juga sudah bagus. Kami merasa dikebiri oleh aturan-aturan baru perusahaan,” tandasnya. Jika Go-Jek tidak mengindahkan tuntutan para mitra, mereka akan mogok jalan selama tiga hari. Bila pihak Go-Jek masih keukeuh, aksi mogok jalan akan dilakukan selama tiga pekan. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?