Dok. initasik.com
Informasi

Go-Jek Main Selonong Beroperasi di Kota Tasikmalaya

initasik.com, informasi | Cara Go-Jek beroperasi di Kota Tasikmalaya dinilai tidak mengindahkan tata krama. Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Persandian Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya, Achmad Taufik, menyebutnya main selonong.

Ia menceritakan, sebelum Idul Fitri kemarin, pihaknya kedatangan perwakilan Go-Jek. Mereka menyampaikan akan beroperasi di kota ini. Achmad tidak bisa memutuskan. Namun, ia minta Go-Jek untuk menahan diri, sebelum segala sesuatunya jelas, terutama soal perjanjian atau semacamnya.

“Tiba-tiba setelah lebaran saya melihat ada konvoi Go-Jek. Mereka nyelonong begitu saja. Bagaimana bisa kami meminta kepastian kepada Go-Jek untuk menyelamatkan para ojek pangkalan, sedangkan mereka cara mainnya begitu?” tuturnya usai menghadiri pertemuan para tukang ojek pangkalan dengan perwakilan eksekutif dan legislatif, di ruang bamus DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis, 20 Juli 2017.

Menurutnya, setelah Go-Jek datang ke kantornya, ia menghadap wali kota untuk minta saran dan arahan. Salah satunya memprioritaskan para ojek pangkalan. Malah itu akan dituangkan dalam bentuk MoU.

Bukan hanya itu, iapun mengaku sedang menyiapkan langkah-langkah solutif, seperti meniru kebijakan Kabupaten Banyumas yang menolak keberadaan Go-Jek dan pemerintahnya mengembangkan aplikasi sendiri.

“Kalau soal izin, sampai saat ini belum ada izin untuk usaha yang memanfaatkan teknologi komunikasi, sehingga kami belum memberikan rekomendasi atau izin apapun kepada Go-Jek. Sebenarnya aneh juga. Mereka itu usaha di kota ini, tapi kita tidak dapat apa-apa. Padahal di dalamnya ada potensi yang besar bagi pendapatan daerah,” tuturnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Ahmad Suparman, menambahkan, sampai saat ini memang tidak ada regulasi yang mengatur soal angkutan umum roda dua. Ia menyebutkan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi apapun untuk Go-Jek, karena memang dasar aturannya belum ada.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Wahid, menyatakan dukungannya kepada para tukang ojek pangkalan. Menurutnya, mereka mengandalkan pendapatannya hanya dari ojek. Sementara Go-Jek, seperti yang digadang-gadang, untuk menambah penghasilan.

Malah, dalam brosurnya disebutkan, para mitra Go-Jek tidak perlu keluar dari tempat kerja sebelumnya dan bebas mengatur waktu. “Ojek pangkalan ini merupakan usaha pokok. Hanya mengandalkan dari mengojek untuk menafkahi keluarga. Tidak ada lagi usaha lain. Sedangkan Go-jek hanya menambah penghasilan. Motornya juga bagus-bagus. Selain dari Go-Jek mereka juga punya penghasilan. Ini urusan perut orang, jangan dianggap sepele,” tandasnya. [Jay]