Ekbis

Go-Jek Terus Ditentang, Wali Kota Tasik: Mau Menutup dari Mana?

initasik.com, ekbis | Keberadaan Go-Jek di Kota Tasikmalaya terus ditentang. Besok, Rabu, 26 Juli 2016, para sopir angkutan kota dan penarik becak direncanakan akan berunjuk rasa. Sebelumnya, ratusan tukang ojek pangkalan melakukan hal yang sama. Mereka menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat agar Go-Jek ditutup.

Oleh Soleh, ojek pangkalan Cieunteung, mengatakan, sejak keberadaan Go-Jek, ia mengaku pendapatannya menurun. “Biasanya sampai siang seperti ini sudah dapat Rp 40 ribu. Sekarang Rp 20 ribu juga belum. Baru dapat Rp 15 ribu,” sebutnya, Selasa, 25 Juli 2017.

Ino, sopir angkot 03, mengalami hal serupa. Penghasilannya tidak sebesar dari biasanya. “Setoran mobilnya tidak berkurang, tapi penumpangnya berkurang. Pusing juga. Mau diobrak-abrik Go-Jeknya, itu melanggar hukum. Serbasalah,” ujar pria yang mengaku jadi sopir angkot sejak 2007.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menyebutkan, pihaknya sudah membuat pernyataan sikap yang akan segera dirilis. Menurutnya, tidak ada regulasi angkutan umum untuk kendaraan roda dua.

“Angkutan umum itu mulai dari roda tiga. Jadi, ojek tidak ada regulasinya, termasuk Go-Jek. Sampai hari ini kita tidak mengizinkan angkutan roda dua mengangkut orang. Tolong garis bawahi penumpang orang. Itu belum ada regulasinya,” tandas Budi.

Ia menegaskan, bukan hanya untuk Go-Jek, pada ojek konvensional pun pemerintah tidak pernah mengeluarkan izin. Ditanya apakah pemerintah akan menutup Go-Jek, sebagaimana yang diinginkan para ojek pangkalan, Budi menjawab, “Bagaimana mau ditutup, memberi izin pun tidak. Kalau ada kewenangan memberi izin, berarti ada kewenangan menutup. Sementara kami tidak pernah mengeluarkan izin. Mau menutup dari mana?” [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?