Jay | initasik.com
Edukasi

Guru Harus Percaya Diri Mengajar Pakai Perangkat Teknologi Informasi Komunikasi


initasik.com, edukasi | Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tak terbendung. Ia sudah masuk ke ranah-ranah pribadi sampai kamar mandi. Setiap waktu tidak lepas dari telepon seluler, misalnya.

Bukan hanya didominasi orang dewasa, anak-anak juga sudah akrab dengan telepon genggam. Bahkan mereka sudah jago menggunakan komputer atau laptop dibanding orangtuanya. Setiap hari bisa keliling dunia melalui dunia maya.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memandang perlu pengoptimalan TIK dalam proses belajar mengajar di sekolah. “Persoalannya, sampai saat ini masih banyak guru yang tidak percaya diri menggunakan teknologi itu,” ujar Kepala Pustekkom Kemdikbud, Gogot Suharwoto, dalam kegiatan Fasilitasi Guru Terampil dalam Memanfaatkan TIK, di aula SMKN 2 Tasikmalaya, Rabu, 9 Agustus 2017.

Padahal, saat ini TIK sudah menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi anak-anak generasi sekarang, sehingga guru memiliki potensi yang sangat bagus dalam hal pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.

Pertanyaannya, apakah semua guru sudah mampu memanfaatkan TIK, khususnya yang berbasis radio, televisi, dan film, untuk pembelajaran di sekolah? Jawabannya belum. Masih banyak guru yang belum mampu memanfaatkan itu.

Gogot mengatakan, Pustekkom Kemendikbud, setiap tahunnya melaksanakan program kerja yang berupaya meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan TIK berbasis radio, televisi, dan film untuk pembelajaran. Salah satunya menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Guru Terampil dalam Memanfaatkan TIK.

Ia berharap, semua guru percaya diri dalam mengajar dengan menggunakan TIK. “Banyak yang tidak pede, karena mungkin belum punya pembekalan ilmu yang cukup. Untuk itu kami mengadakan acara fasilitasi ini. Ada juga yang beralasan fasilitas terbatas. Tapi justru keterbatasan fasilitas itu menuntut untuk selalu guru berinovasi, sehingga proses belajar mengajar tidak monoton,” paparnya.

Menurutnya, penggunaan TIK dalam pengajaran akan mempermudah proses belajar mengajar dan memudahkan siswa memahami pelajaran-pelajaran yang dianggap sulit. Siswa juga akan lebih aktif dan bisa menyerap informasi dengan baik.

Wakil Ketua Komisi X DPRI RI, Ferdiansyah, yang menjadi turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi sangat penting bagi para pendidik. “Jika kita tidak bisa menggunakan IT, siap-siap ketinggalan zaman,” tandasnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?