Peristiwa

Halau PKL, Alun-alun Singaparna Digembok

Kabupaten Tasik | Alun-alun Kabupaten Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, bisa jadi merupakan satu-satunya taman kota di Indonesia yang pintu masuknya dirantai dan digembok. Praktis, masyarakat tidak bisa memanfaatkannya.

Rumput tak terurus, sampah pun berserakan. Dahan-dahan pohon yang tumbang dibiarkan begitu saja. Jajang, petugas parkir di depan pintu masuk Alun-alun, menyayangkan kondisi itu. Padahal, beberapa fasilitas di dalamnya baru direhabilitasi beberapa bulan lalu.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, Imam Gozali, mengatakan, penggembokan Alun-alun dilakukan untuk menghalau para pedagang kaki lima (PKL) supaya tidak berjualan di dalam. Saat ditanya kenapa tidak menempatkan petugas Satpol PP, dan tidak harus digembok, Imam berdalih, pihaknya kekurangan personel. Penggembokan itu dilakukan sampai relokasi PKL tuntas.

Terpisah, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana, menjelaskan, pihaknya masih menungu upaya  Satpol PP menuntaskan masalah PKL di Alun-alun. Setelah itu pihaknya akan membenahinya. “Sepanjang PKL belum ditertibkan, bagaimana kita mau menata Alun-alun agar lebih asri?” ujarnya.

Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Tasikmalaya Acep Nuryakin meminta agar pemkab segera menyelesaikan relokasi PKL, sehingga Alun-alun bisa digunakan masyarakat. “Percuma  dulu membangun prasarana dan sarana di Alun-alun jika lantas dibiarkan terbengkalai,” tandasnya. initasik.com|dzm

Komentari

komentar