Eri | initasik.com
Ekbis

Harum Omzet Penjual Bunga Wisuda

intasik.com, ekbis | Persis uang koin. Begitulah wisuda mahasiswa dan karangan bunga. Sulit dipisahkan. Di mana ada wisuda, di sana ada penjual bunga. Ternyata mereka bukan warga sekitar kampus. Banyak yang datang dari luar kota. Salah satunya Enok Asmini.

Warga Panyairan, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, itu sengaja datang ke Kota Tasikmalaya untuk menjual karangan bunga dalam wisuda mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Kamis, 15 Februari 2018.

Sehari sebelum acara, ia dan rekan-rekannya berangkat dari rumahnya dengan memborong mobil. “Rombongan. Dari Bandung malam, datang ke sini Subuh. Selesai acara juga kita balik ke Bandung,” ujarnya saat diwawancara di sela menjual bunga.

Ia menyebutkan, karangan bunga miliknya dijual dengan harga yang beragam, mulai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu. Tergantung banyaknya tangkai bunga. “Kalau bunga yang isinya tiga dijual Rp 30 ribu. Kalau yang Rp 50 ribu isi bunganya ada lima tangkai,” ujarnya.

Dalam karangan bunga itu, Enok menyebutkan ada beragam jenis bunga, seperti mawar, puma, sampai peacock. Menurutnya, karangan bunga bisa bertahan selama satu minggu, asal diberi perawatan. “Setiap hari, ujung batang bawah bunga harus dipotong sekitar kurang lebih setengah sentimeter. Lalu air yang ada di bawahnya harus diganti setiap hari,” imbuhnya berbagi tips perawatan bunga.

Ditanya soal omzet, Enok mengaku, usaha musiman yang menjadi alternatif dari usaha tani bunga yang menjadi rutinitas kesehariannya itu, nominalnya lumayan besar. Dalam satu kali berjualan, uang Rp 1 juta tak sulit didapat.

“Tapi itu juga kita harus hitungkan dalam ongkos dari Bandung ke Tasik. Kita ke sini rombongan. Sewa mobil. Ada biaya yang harus dikeluarkan. Tapi alhamdulillah untungnya masih cukup besar. Makanya masih saya tekuni,” tandasnya. [Eri]