Syeikh Ali A. Abusafia | Jay/initasik.com
Informasi

Hidup di Tengah Pengepungan dan Penderitaan, Warga Gaza Masih Menghafal Alquran

initasik.com, informasi | Sudah puluhan tahun warga Gaza, Palestina, menderita. Mereka dikepung Israel. Diisolasi. Tidak ada yang boleh masuk atau sebaliknya. Air dan makanan serbakurang. Fasilitas kesehatan sangat terbatas. Namun, di tengah kondisi seperti itu, warga Gaza masih semangat menghafal Alquran.

“Setiap tahun lebih dari 10 ribu orang diwisuda sebagai penghafal Quran. Walaupun mereka diserang, mereka tetap mengajarkan kepada anak-anaknya Alquran. Mereka harus jadi generasi Qurani. Ratusan ribu warga Gaza sudah hafal Alquran,” ujar Syeikh Ali A. Abusafia, ulama Palestina, saat ceramah dalam pengajian pekanan Ramadan yang digelar Ikatan Dai Indonesia Kota Tasikmalaya beserta Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina Kota Tasikmalaya dan elemen lainnya, di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Ahad, 11 Juni 2017.

Melalui penerjemahnya, Ustaz Deni Syahid, ia menerangkan, saat ini kondisi Palestina, terutama Gaza sangat mengkhawatirkan. Air bersih sangat sulit didapat. Hanya lima persen air yang amandiminum. Selebihnya membahayakan.

“Listrik dijatah hanya enam jam. Itupun untuk rumah sakit. Pernah dalam satu serangan besar, ratusan mayat dan pasien hanya disimpan di atas tanah. Tidak ada tempat. Saat harus mengamputasi pasien, itu dilakukan tanpa dibius. Obat-obatan tidak ada,” tuturnya.

Menurutnya, pengepungan itu telah menjadikan Gaza sebagai penjara terbesar di dunia. Itu dilakukan setelah Israel tidak bisa menaklukkan Gaza. “Sampai hari ini Gaza tetap berdiri, meski sudah tiga kali dibombardir Israel. Ketika orang-orang Israel tidak sanggup menguasai kota Gaza, mereka melakukan isolasi total. Kota Gaza ditutup pintu-pintunya. Tidak ada yang bisa masuk, dan tidak ada yang bisa keluar. Seluruh pintunya ditutup. Warga Gaza hidup dalam kesempitan. Hidup dalam serbakekurangan,” terangnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?