Video

Hidup Sebatang Kara, Ma Unah Mengandalkan Bantuan Tetangga


initasik.com | Usianya sudah 80 tahun. Tinggal di gubuk kecil. Sendirian. Anaknya tidak bertanggung jawab.

Selama ini, warga Gunung Kabeuli 01/01, Kelurahan Sukanegara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, itu mengandalkan bantuan tetangga. Makan sehari-hari pemberian tetangga, mandipun begitu.

Untuk keperluan makan dibantu Teti. Sedangkan memandikan tugasnya Kakay, seminggu tiga kali ia rutin membersihkan badan Ma Unah.

Untuk memandikan Ma Unah, Kakay harus membopongnya ke tempat mandi. Kakay: “Waktu Ma Unah masih bisa jualan, anaknya itu sering ke sini. Tapi hanya untuk minta uang dan mengambil barang-barang yang bisa dijual. Dulu Ma Unah punya perhiasan emas, sekarang tidak lagi, diambil anaknya itu.”

Ia menyebutkan, Ma Unah punya satu orang anak perempuan, namanya Sariah dan usianya kisaran 50 tahun. Namun, ia jarang menengok ibunya yang sudah renta itu. Sudah hampir dua tahun tidak pernah berkunjung lagi. Padahal tinggalnya masih di Kota Tasikmalaya, dekat Pasar Cikurubuk.

Kakay menceritakan, sekitar sebelas tahun lalu, Ma Unah dan cucunya sering berjalan menyusuri rel, mereka tak punya rumah, malam tidur di emperan toko di Pasar Pancasila sedangkan siang jalan-jalan tak jelas tujuan.

Akhirnya ketua RT dan masyarakat Gunung Kabeuli membuatkannya rumah di atas tanah milik PJKA (PT KAI). Sejak saat itu Ma Unah bisa menetap dan jualan gorengan.

Sudah dua tahun ini Ma Unah sulit untuk bergerak. Jangankan jualan gorengan lagi, keluar rumah juga kesulitan. Dari kamar ke teras harus merangkak, dan ketika diwawancara pun tidak menjawab. Hanya tersenyum. [tim]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentari

Komentari