Sosial Politik

Ibu-ibu Penyapu Jalan Mengeluh tidak Pernah Dapat THR


initasik.com, sosial | Ibu-ibu penyapu jalan di pusat Kota Tasikmalaya dan sekitarnya mengeluh kalau selama ini mereka tidak pernah mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) dari dinas terkait. Kalaupun dapat, itu pemberian toko-toko sekitar tempat mereka bekerja.

Dwi, salah seorang petugas kebersihan, berharap dapat THR untuk memenuhi kebutuhan lebaran keluarganya. “Apalagi selepas salat Idul Fitri, kami harus kembali bertugas lagi seperti biasa, karena jika dibiarkan kami libur lebaran dalam jangka waktu lama tidak kebayang tumpukan sampah yang akan berserakan di sini,” tuturnya.

Harapan serupa dilontarkan petugas lainnya, Yani. Sebagai pegawai harian yang bertugas membersihkan kota dari sampah-sampah yang berserak di jalan, ia berharap dapat hadiah untuk merayakan lebaran. “Selama ini saya tidak pernah mendapat THR, kalaupun ada, itu hanya sumbangan dari toko-toko di sekitar tempat saya kerja,” sebutnya. Ia mengaku, sehari diberi upah Rp 37.000. Itupun masih ada potongan BPJS sebesar Rp 21.500.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Ai Usman, mengatakan besaran upah tersebut sudah sesuai dengan dana yang tersedia di Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), dan untuk THR sampai saat ini belum ada aturan yang mengatur tentang THR bagi mereka.

Selama ini berupaya untuk memberikan bantuan kepada Srikandi, salah satunya adalah dengan menjalin kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). “Karena tidak bisa dianggarkan dari dinas, malah nanti akan menjadi temuan BPK. Kami akan berupaya agar mereka mendapatkan THR seperti tahun sebelumnya yang diberikan dari Baznas,” ujarnya. ***

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?