Peristiwa

Idul Adha, Asep Jualan Arang Sampai Habis 1 Ton Lebih

initasik.com, peristiwa | Idul Fitri identik dengan mudik, Idul Adha beda. Di lebaran kurban itu salah satu yang melekat adalah nyate. Tak heran, arang dan peralatan memasak sate mendadak laku. Banyak yang membutuhkan.

Asep Saepudin, penjual arang di trotoar perapatan Cilingga, arah Cikurubuk dari Cilembang, Kota Tasikmalaya, mengaku sudah jualan arang sejak H-9 lebaran. Sehari-hari ia jualan sayuran di dalam pasar. Jelang lebaran pindah ke trotoar.

“Jualan di trotoar seperti ini sudah saya jalani selama enam lebaran. Tiap memasuki Idul Adha dagang di sini. Alhamdulillah selalu laku. Ramainya hari ini dan besok. Pasti banyak yang beli arang,” ujar Asep, Kamis, 31 Agustus 2017.

Selain arang, ia juga menjual alat panggang hingga tusuk sate. Harganya beda-beda. Untuk arang mulai Rp 5.000 sampai Rp 8.000. Arang dari tempurung kelapa lebih mahal dibanding arang kayu.

“Tusuk sate mah ada yang seribu rupiah, ada juga yang dua ribu rupiah. Kalau harga tempat pemanggangan sate mulai dari sepuluh ribu sampai tiga puluh lima ribu rupiah. Tergantung ukuran,” tuturnya.

Asep menambahkan, ia jualan arang dan yang lainnya itu hanya dua minggu. Menjelang dan sesudah lebaran. Dalam dua minggu itu, ia bisa menjual satu ton lebih arang. Untuk mendapatkan untung lebih banyak, Asep belanja arangnya langsung dari pembuatnya di daerah Cineam. Di sana harganya kisaran Rp 6.000 s.d. Rp 7.000 per kg untuk arang tempurung kelapa. Kemudian ia jual Rp 10.000 per kg. [Jay]