Sosok

Ilam Maolani; Guru Berprestasi yang Tak Kenal Lelah Berbagi

initasik.com, sosok | Totalitas Ilam Maolani di dunia pendidikan sudah tidak diragukan lagi. Bukan hanya mengajar di kelas dan inovatif dalam menyampaikan materi, ia juga aktif di berbagai pelatihan dan produktif menulis buku.

Bagi kalangan guru, terutama guru agama Islam jenjang SD dan SMP di Jawa Barat dan nasional, nama Ilam Maolani sudah tidak asing lagi. Ia adalah guru berprestasi, plus instruktur nasional Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, yang selalu berbagi dengan guru lain di berbagai provinsi di Indonesia.

Kiprah prestasi pertama ditunjukkan ketika mengajar di SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya, 2003 s.d. 2008. Pada 2007 ia dinobatan sebagai juara guru favorit se-Kota Tasikmalaya. Dua tahun berselang, 2009, saat mengajar dan diangkat sebagai guru PNS di SDN Sambongpari Mangkubumi Kota Tasikmalaya, ia berhasil menyabet pemenang ketiga guru agama SD berprestasi tingkat nasional yang diselenggarakan Kemenag Pusat.

Sejak 2014, setelah lulus sebagai instruktur nasional Kurikulum 2013, Ilam mulai menjelajahi berbagai provinsi di Indonesia untuk berbagi dengan guru guru agama tentang Kurikulum 2013.

Akhir 2014, ia berhasil lolos sebagai peserta pelatihan Metodologi Pembelajaran selama 15 hari di Universitas Oxford Inggris. Bersama 30 guru agama se-Indonesia menimba ilmu di Oxford Inggris. Sejak saat itu berbagai undangan mengalir padanya, terutama untuk berbagi dengan guru-guru tentang praktik penilaian dan model-model pembelajaran.

Keterampilannya dalam hal Kurikulum 2013 yang dilengkapi dengan kemampuannya menulis karya ilmiah, sejak tahun 2014 sampai sekarang ia sering juga dipanggil sebagai pemateri berbagai pelatihan menulis bagi guru.

Hingga saat ini, sudah ada 14 buku telah ditulis dan diterbitkan. Ratusan artikel karyanya tersebar di berbagai koran dan majalah, plus video tentang contoh-contoh praktik model pembelajaran telah dibuatnya untuk dibagikan kepada guru se-Indonesia.

Beragam prestasi yang didapatnya itu tak membuat Ilam pelit berbagi ilmu. Bukan hanya di forum-forum formal, media sosial juga ia manfaatkan untuk menyebarkan ilmu dan pengalamannya dalam mengajar.

Lagi-lagi, guru yang kini mengajar di SMPN 19 Kota Tasikmalaya itu, pada akhir Februari 2018 dinobatkan sebagai guru SMP berprestasi oleh Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, dan menjadi delegasi untuk lomba serupa tingkat provinsi. Ilam meraih Harapan 1. “Sebuah pencapaian prestasi yang tidak mudah diraih, sebab berkompetisi dengan 26 guru SMP mata pelajaran umum se-Jawa Barat,” ujar suami Nur Nurjanah dan ayah satu putra itu.

Ilam berharap, guru-guru di Indonesia tetap semangat dalam mengajar, dan menggelorakan semangat untuk berprestasi serta berbagi dengan guru lain. “Keberhasilan yang diraih oleh seorang guru harus dibagikan dan disebar ke guru lain agar lebih berkah dan bermanfaat,” tandasnya. [Rawawi]