Peristiwa

Imah Tasik akan Dipindah ke Dekat Bandara

Kota Tasik | Pemkot Tasikmalaya berencana memindahkan Imah Tasik ke dekat bandar udara (bandara)/Lanud Wiriadinata. Tempat yang ada sekarang, di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kawalu, tanahnya milik Pemprov Jabar. Luasnya pun kurang memadai. Sarana dan prasarananya juga perlu ditambah.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindag Kota Tasikmalaya, Tantan Rustandi, menambahkan, alasan pemilihan lokasi dekat bandara salah satunya untuk menjaring para tamu yang baru turun dari pesawat. “Kita baru bikin DED (Detail Engineering Design). Mudah-mudahan mulai dibangun tahun 2016 atau tahun 2017,” katanya, Selasa, 27 Januari 2015.

Menurutnya, luas tanahnya sekitar 2.000 s.d. 3.000 m2. “Lokasinya sekitar satu km ke arah selatan dari pintu masuk/keluar bandara. Konsepnya dibikin semacam pusat oleh-oleh, mulai kerajinan sampai kuliner. Semuanya ada di sana,” tandasnya.

Ia menuturkan, Imah Tasik yang sekarang hanya sebagai penghubung antara calon pembeli dengan perajin. Sebatas tempat promosi. Bukan sebagai pusat transaksi. “Kalau sekarang banyak yang bilang Imah Tasik sepi, ya memang bukan tempat jual-beli. Itu hanya pusat informasi dan sarana promosi. Tujuan utamanya bukan ritel. Yang penting bagi saya adalah pemberdayaan perajin di tingkat sentra. Untuk kepentingan pelayanan jual-beli para pelancong, memang perlu tempat yang representatif,” beber Tantan.

Terpisah, Rahmat Illahi, petugas di Imah Tasik, menyebutkan, jumlah kunjungan ke Imah Tasik menurun hingga 50 persen. Ia menduga, salah satu penyebabnya adalah menjamurnya toko yang menjajakan hasil industri rumahan.

“Umumnya yang datang ke sini adalah tamu-tamu yang dibawa oleh dinas-dinas. Itupun hanya sepintas. Mereka lebih memilih langsung ke pusat pembuatan. Orang Tasik sangat jarang yang ke sini,” terangnya.

Sementara itu, Yetty Dharmawan, anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Tasikmalaya, menyarankan agar pemerintah lebih gencar lagi dalam mempromosikan produk-produk asli daerah. Salah satunya memaksimalkan Imah Tasik.

Menurutnya, banyak yang menilai kalau Imah Tasik terlihat seperti sebuah kantor, sehingga membuat masyarakat segan masuk ke dalamnya. Padahal tempat itu bisa dijadikan pusat bisnis barang-barang kerajinan dari Kota Tasikmalaya. initasik.com|ashani/zm

Komentari

komentar