Peristiwa

Indonesia Bangkit di Saat Teknologi Komunikasi Masih Terbatas

initasik.com, peristiwa | Dulu, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, teknologi untuk komunikasi, para pejuang bisa berhimpun dan menyatukan pikiran untuk  memperjuangkan kedaulatan bangsa.

“Seharusnya, sekarang kita juga bisa sepikul berdua, menjaga dunia yang serbadigital ini agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam sambutan upacara Hari Kebangkitan Nasional yang dibacakan Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, Senin, 21 Mei 2018.

Menurutnya, ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, nyaris tak punya apa-apa selain semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun, sejarah membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu telah cukup, asal bersatu dalam cita-cita yang sama, yaitu kemerdekaan bangsa.

“Bersatu adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia. Namun pada saat yang sama tantangan yang kuat menghadang di depan. Mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekpresi, dan mendapatkan manfaat darinya. Kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah belah,” bebernya.

Diharapkan, dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini terjadi upaya-upaya penyadaran untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri. ***