Peristiwa

Indonesia Paceklik Buku

initasik.com, edukasi | Apa perbedaan monyet dengan manusia? Ternyata banyak kesamaannya. Seorang profesor sudah membuktikannya melalui penelitian. Menurutnya, secara anatomi fisik, monyet dan manusia tidak jauh berbeda. Manusia berkedip, monyet juga. Jantungnya juga sama berdegup.

“Cuma ada satu perbedaan mencolok, yaitu perilakunya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, EZ Alfian, saat memberi sambutan dalam pelantikan pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya di pendopo baru Singaparna, Sabtu, 22 Agustus 2015.

Ia menjelaskan, perilaku itu di antaranya monyet tidak pernah membaca, sedangkan manusia membaca. “Jadi, kalau ada manusia yang tidak suka membaca, berarti…?” ujar Alfian tanpa menuntaskan kalimatnya. Hadirin tertawa.

Menurut dia, pada kenyataannya masyarakat Indonesia malas membaca. Minat bacanya rendah. Pun dengan perbandingan jumlah buku dengan sebaran penduduk. “Di Asia Tenggara, saat ini Indonesia ditetapkan sebagai negara yang paceklik buku,” tandasnya.

Ia mencontohkan kondisi di Malaysia. Di negeri jiran itu, 1 penduduk sudah berbanding 3,2 buku. Sedangkan di Indonesia, 2 penduduk 1 buku. Lebih banyak penduduk dibanding buku. Tak heran, republik ini disebut paceklik buku. “Bagaimana mungkin kita akan punya generasi berkualitas, kalau kita tidak suka membaca. Sesibuk apapun, 20 menit per hari, sisihkan waktu untuk membaca,” sarannya. Jay

Komentari

komentar