Peristiwa

Jadi Kurir Uang Palsu, Ben Terancam Penjara Tiga Tahun

Kabupaten Tasik | Ben, 38 tahun, warga kampung Wakaf, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, hanya bisa tertunduk lesu saat diinterogasi. Pedagang rokok itu terpaksa berurusan dengan pihak berwajib, karena diduga jadi kurir uang palsu.

Ben mengaku, dirinya dititipi uang palsu milik Yan, warga Bandung, sebesar Rp 11 juta. Menurutnya, uang palsu itu dibeli dari seseorang di Bandung. Untuk mengedarkan uang palsu tersebut di Tasikmalaya, Yan menyuruh Ben.

Selain itu, Ben menambahkan, selan Yan, ada juga As yang terlibat dalam pengedaran uang palsu tersebut. Ia mengatakan, As juga membeli uang palsu Rp 11 juta tersebut dengan uang asli sebesar Rp 4 juta.

Kepada Ben, As mengaku yang warga Tasikmalaya itu mengaku sebagai wartawan mingguan di Kota Tasikmalaya. Ia menjamin, pengedaran uang palsu itu akan aman. “Saya mah cuman ketitipan, Pak. Dari total Rp 11 juta uang palsu, saya diminta membawa Rp 2,5 juta dulu. Pas saya lihat di rumah, saya jadi curiga ini uang asli apa palsu. Tapi keburu datang polisi. Saya mah cuman diberi Rp 100 ribu untuk transportasi,” tutur Ben.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hendarwan, menegaskan, ditangkapnya Ben atas dasar laporan warga yang mencurigai adanya peredaran uang palsu di wilayah Bantarkalong.

“Pelaku hanya kurir. Kami masih memburu otaknya. Satu orang teridentifikasi sebagai oknum wartawan mingguan. Kami akan kembangkan terus. Petugas sudah mengantongi identitasnya,” terang Hendarwan seraya menambahkan, Ben dijerat pasal UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman di atas tiga tahun penjara. initasik.com|zm

Komentari

komentar