Edukasi

Jadi Tiang Negara, Perempuan Harus Berpendidikan


initasik.com, edukasi | Kekerasan pada perempuan dan anak masih sering terjadi. Salah satu penyebabnya lantaran kurangnya tingkat pendidikan. Itu berdampak pada pola asuh yang kurang tepat, sehingga mengakibatkan anak terjerumus pada pergaulan salah.

“Pendidikan masih menjadi persoalan bagi perempuan,” kata Erna Ratna Yuwita, ketua korps HMI-wati (Kohati) Cabang Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, program pendidikan terbilang banyak, salah satunya wajib belajar sembilan tahun. Namun, sampai saat ini masih ada perempuan-perempuan yang secara kebutuahn pendidikannya kurang terpenuhi. “Program-program yang dibuat pemerintah tidak tepat sasaran, ditambah kesadaran dari masyarakat masih kurang,” ujar mahasiswa STIA YPPT Priatim itu.

Karenanya, tidak sedikit orangtua yang masih beranggapan buat apa pendidikan tinggi-tinggi kalau nantinya hanya untuk melayani suami dan mengasuh anak di rumah. Itu menjadi pekerjaan bersama untuk memberikan pencerahan kepada mereka.

“Studi kasus yang saya temui, masih banyak ibu yang memilih uang dari pada anaknya menimba ilmu untuk melanjutkan ke tingkat SMP dan SMA. Anak perempuan bisa menjadi korban dan akan berefek pula pada anak laki-lakinya. Perempuan itu harus cerdas, sehingga mereka akan melahirkan anak-anak yang cerdas juga,” tuturnya.

Ia menegaskan, perempuan harus berpendidikan, karena menjadi tiang negara dan madrasah bagi anak-anak. “Kita harus mempunyai bekal ilmu kalau ingin menjadi perempuan yang berkualitas. Di kami masih selalu dan selalu ikhtiar bersama membangun Kohati berkualitas yang mampu menghadapi tantangan dan kemajuan masa depan,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan mengubah pola pikir dan menumbuhkan serta meningkatkan potensi perempuan. “Supaya dapat mengerti bahwa perempuan itu mesin pertama untuk anak-anaknya.  Hari ini pun kami lagi menyelenggarakan pelatihan, kajian. Untuk pembekalan,” pungkasnya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?