Peristiwa

Jadi Wartawan Cukup Rp 300 Ribu

Kota Tasik | Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Tasikmalaya, Syamsul Maarif, menyayangkan betapa mudahnya saat ini orang menjadi wartawan. Cukup dengan Rp 300 ribu, seseorang bisa punya kartu pengenal wartawan. Padahal, ia tidak punya kompetensi sebagai juru warta.

“Dulu, untuk menjadi wartawan itu sangat sulit dan selektif,” ujarnya saat memberi sambutan dalam pengukuhan pengurus PWI Tasikmalaya periode 2014 s.d. 2017, di gedung putih pendopo, Selasa (23/9).

Ia menegaskan, semestinya untuk menjadi wartawan itu harus melewati berbagai tahapan. Ada masa belajarnya. Dididik dan dilatih. Tidak ujug-ujug. “Pascareformasi, predikat wartawan bisa dibeli hanya dengan Rp 300 ribu. Padahal masyarakat tahu latar belakang mereka sebelum menjadi wartawan,” sesalnya.

Menurutnya, saat ini profesi wartawan sangat diminati banyak orang. Selain mudahnya menyandang status wartawan, mereka pun seringkali mendapat banyak keuntungan materi dari profesinya. Kerjaannya bukan mencari dan menulis berita, tapi mengorek kasus. “Pak Leo Batubara dan Bagi Manan menyebut mereka sebagai wartawan abal-abal,” tegasnya.

Syamsul mencontohkan, sebelum masa reformasi jumlah wartawan dan organisasinya tidak sebanyak sekarang. Tahun 1984, misalnya, jumlah wartawan yang bertugas di Tasikmalaya hanya ada 17 orang dengan 14 media massa.

Sekarang, wartawan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya saja jumlahnya mencapai 392 orang dengan 123 media cetak dan elektronik. Sedangkan di Kota Tasikmalaya ada 208 media massa, dan 280 wartawan.

“Wartawan yang betul-betul mengabdi pada profesinya kalah populasi. Tapi kita harus tetap menjaga citra wartawan. Wartawan harus memiliki etika dan integritas tinggi, bukan sebaliknya,” tandasnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar