Peristiwa

Jalan Panjang Meretas (Kabupaten) Tasela

Kabupaten Tasik | Mimpi warga Tasikmalaya selatan (Tasela) mempunyai kabupaten sendiri sepertinya masih  jauh panggang dari api. Diperjuangkan sejak 2009, hingga kini pembentukan daerah otonom baru (DOB) Tasela belum memerlihatkan janin yang sempurna. Baru embrio.

Perlu bersabar minimal tiga tahun lagi untuk bisa melihat janin tersebut membentuk organ fisik. Itupun entah kapan lahirnya. Apalagi, kini regulasinya berubah. Dulu, untuk membentuk DOB cukup persetujuan DPRD. Sekarang tidak lagi. DPRD dan bupati harus mengeluarkan keputusan bersama dengan melampirkan 2/3 jumlah BPD.

Selain itu, harus dibentuk dulu daerah persiapan DOB. Untuk Tasela, itu belum terbentuk. “Kita memang harus menyesuaikan dengan peraturan yang baru,” ujar Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Kodir, usai menerima audiensi Presidium Tasela di ruang rapat bupati, Jumat, 28 November 2014.

Sementara ini, sambung Kodir, pihaknya akan membentuk tim adhoc atau pokja yang akan bekerja fokus pada pemenuhan persyaratan-persyaratan pembentukan DOB. Mereka akan bekerja untuk menyisir wilayah-wilayah teknis, seperti pemetaan, aset, masalah kependudukan dan lain-lain.

Asep Saefulloh, sekretaris Presidium Tasela, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, yang diperlukan saat ini adalah tim teknis yang digerakkan orang-orang pemda. “Kalau mau membahas masalah teknis, kita selalu kelimpungan. Leading sectornya ada di mana. Kami menginginkan ada tim adhoc, pokja, atau apapun namanya yang akan bekerja memenuhi tuntutan regulasi,” sarannya.

“InsyaAllah minggu depan tim itu sudah terbentuk. Ini menunjukkan bahwa kami serius dalam membentuk DOB Tasela,” tandas Kodir. initasik.com|ashani

Komentari

komentar