Ekbis

Jam Bebas Kendaraan dan Jiwa Dagang Warga Kota Tasik

initasik.com, ekbis | Jam bebas kendaraan atau lebih dikenal dengan sebutan car free day (CFD) yang dipusatkan di Jl. KH Zainal Musthafa, Kota Tasikmalaya, hanya berjalan efektif beberapa bulan. Setelahnya, arena tersebut dipenuhi ratusan pedagang yang menawarkan aneka macam barang, mulai sayuran hingga pakaian.

Pemkot Tasikmalaya telah beberapa kali melakukan pembenahan. Hasilnya tidak memuaskan. Arena jam bebas kendaraan tetap seperti pasar tumpah. Kanan kiri dipenuhi pedagang. Kini, areanya melebar. Tidak hanya di Jl. Hazet, tapi juga masuk Jl. Pemuda.

Untuk itu, sejak hari ini, Ahad, 3 September 2017, CFD ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kendati begitu, para pedagang tetap beraktivitas seperti biasa. Masyarakat pun masih memenuhi jalan tersebut.

“Saya tidak diberi tahu sebelumnya. Tidak ada pemberitahuan kalau hari ini CFD ditutup. Makanya saya tetap jualan. Kalau boleh, CFD ini jangan ditutup. Toh, tidak tiap hari ini. Hanya seminggu sekali,” ujar Miftah Farid, penjual usus goreng.

Harapan serupa dilontarkan Edi, pedagang mainan anak. Menurutnya, selama dagang di CFD, penghasilannya lebih besar ketimbang jualan keliling. “Saya jualannya tidak tetap. Cari-cari pusat keramaian. Di CFD ini omzetnya selalu bagus,” akunya.

Bukan hanya pedagang, sebagian pengunjung pun berharap hal yang sama. Hasanah, misalnya. Warga Cieunteung itu menginginkan jam bebas kendaraan tetap dibuka di Jl. Hazet. Asalannya dekat ke mana-mana.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, mengakui kalau jam bebas kendaraan sudah melenceng dari target semula. “Kultur masyarakat kita memang selalu memanfaatkan kesempatan apapun untuk berdagang. Jiwa dagangnya memang tinggi. Tetapi mereka tidak tertib. Tidak disiplin. Mereka harus memahami bahwa car free day ini ada batasannya. Kita akan evaluasi,” tuturnya.

Ia mengaku sudah mengevaluasinya dan sedang mencari alternatif tempat lain. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan di jam bebas kendaraan terserbut dibuka di beberapa titik. “Kita coba di titik lain yang lebih baik potensinya. Minggu ini di sana. Minggu lainnya di sana. Pindah-pindah dulu. Nanti lihat di mana yang  lebih pas,” tandas Budi. [Jay]

Komentari

komentar