Peristiwa

Jamkesda Masih Ada

Kota Tasik | Saat harus dibawa ke rumah sakit, Citra (bukan nama sebenarnya) bingung. Pikirannya menerawang soal biaya yang harus ditanggung. Apalagi, kata bidan, ia harus dioperasi caesar. Ada masalah dengan bayi yang ia kandung. Namun, waktu berpikirnya tidak panjang. Ia mesti segera di bawa ke rumah sakit. Tidak ada pilihan lain. Citra dibawa ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Kendati termasuk keluarga kurang mampu, ia tidak punya kartu BPJS Kesehatan. Artinya, ia dan keluarganya harus membayar sendiri segala biaya operasi dan perawatan. Beruntung, seorang pegawai rumah sakit menyarankan untuk mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Menurutnya, pemkot masih punya program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Citra pun mendapat jaminan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Cecep Z Kholis, membenarkan hal itu. Ditemui di sela peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-50 di lapang Dadaha, Minggu, 16 November 2014, ia mengatakan, sampai hari ini pemkot masih memberikan Jamkesda bagi masyarakat kurang mampu.

“Masih banyak warga miskin yang belum punya kartu BPJS Kesehatan. Jamkesda itu kebijakan lokal. Tapi itu sifatnya hanya sekali pakai. Warga tidak diberi kartu, tapi surat jaminan dari pemerintah untuk menanggulangi pembayaran selama dirawat di rumah sakit,” tuturnya.

Untuk mendapatkan jaminan itu, sambung Cecep, keluarga pasien harus mendatangi kantor kelurahan setempat untuk minta surat keterangan tidak mampu. Surat itu diserahkan ke Dinas Kesehatan. “Nanti dinas akan memberi rekomendasi. Tapi itu hanya berlaku di rumah sakit pemerintah,” ujarnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar