Peristiwa

Jangan Lacurkan Profesi Wartawan

 

Kota Tasik | Pilkada datang, banyak yang girang. Waktunya panen uang. Pengusaha konveksi banyak pesanan, relawan dan tim sukses cari proyekan. Media massa pun tak mau ketinggalan. Kejar iklan. Wartawan juga ikut-ikutan cari omprengan.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tasikmalaya, Samsul Maarif, mengingatkan, wartawan harus bisa menjaga profesionalisme dengan tidak memihak salah satu pasangan calon dalam pilkada.

Ia melihat, di musim perhelatan politik seperti pilkada, tidak sedikit wartawan yang melacurkan profesi. “Banyak wartawan yang terpolarisasi, terang-terangan mendukung. Itu tidak boleh. Wartawan itu milik publik, meskipun secara pribadi dia punya hak politik,” tandasnya, Rabu, 12 Oktober 2016.

Diharapkannya, semua pihak bisa menjaga nama baik wartawan, dan selalu mengedepankan kode etik jurnalistik. “Sekarang ini banyak wartawan odong-odong. Mengaku wartawan, padahal, maaf ya, sebenarnya tukang jualan buah-buahan,” ujarnya. initasik.com|sha

 

Komentari

komentar