Peristiwa

Jangan Liar di Media Sosial

Kota Tasik | Berhati-hatilah dalam menggunakan media sosial, seperti Facebook. Jangan asal posting atau berkomentar liar, apalagi menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ancamannya berat. Dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 45 ayat 2 disebutkan, penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah. Di pasal sebelumnya dijelaskan soal perbuatan yang dilarang, seperti dalam pasal 28 ayat 2: setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok tertentu berdasarkan SARA.

Pasal 28 ayat 2 itulah yang dijadikan dasar oleh Solidaritas Penyelamat Martabat Ulama Kota Tasikmalaya melaporkan beberapa admin akun Facebook Forum Warga Tasikmalaya (FWT) dan anggota FWT yang telah berkomentar liar.

Dalam salah satu postingan di FWT terkait peresmian tugu Asmaul Husna ada yang menulis komentar, “Ulama oge ulama anu kumaha… Ulama anu baleg jeung megang kana prinsif syar’i mah moal rek datang kana acara kitu patut.. Kecuali ulama anpau meureun hehe…

Itu salah satu komentar yang menyulut kaum muda Nahdlatul Ulama kabupaten dan Kota Tasikmalaya berunjuk rasa menuntut pembubaran FWT, Senin, 4 Januari 2016. Mereka pun mendesak kepolisian untuk menangkap beberapa admin dan anggota FWT.

“Dalam waktu 1×24 jam laporan ini harus diselesaikan. Mereka harus diberi pelajaran. Kami minta ini jangan dianggap sepele,” ujar Aan Farhan saat audiensi di ruang Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Asep Saepudin.

Menanggapi laporan itu, Asep mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti dan memeriksa dulu unsur-unsurnya sebelum melangkah ke penangkapan. “Kalau penonaktifan akun Facebook, itu bukan wewenang kami,” tandasnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar