KH. Aep Saefudin Ahmad
Edukasi

Jangan Pernah Berharap kepada Manusia, Nanti Kecewa


initasik.com, edukasi | Hanya berharap kepada Allah Subhanahu wa Taala menjadi prinsip hidup yang dipegang kuat KH. Aep Saefudin Ahmad, pengasuh Pondok Pesantren An-Nuur Jarnauzziyah.

Keyakinan dan keseriusan dalam mengamalkannya menjadi modal utama untuk bisa mengembangkan pesantren. Menurutnya, kalau berharap kepada manusia, tidak sedikit orang yang mengalami kekecewaan, sehingga akan putus asa dan berhenti di tengah jalan dalam memperjuangkan yang dicita-citakan.

“Akang punya keinginan menjadi pendidik, karena ingin membantu orangtua dan ingin warga yang di kampung ini mendapatkan pendidikan, terutama pendidikan Islam,” ujarnya saat ditemui di pesantrennya, Jl. Dr. Moch Hatta, Cibogor Hilir, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Dia menceritakan, setamat sekolah pada 1966, kemudian berangkat mondok di beberapa pesantren hingga 1975. Sempat ke Kalimantan, berencana untuk kerja di sana, malah disuruh mengajar. Ketika mengajar, tidak mengharap bayaran sedikit pun.

Putra Ahmad Tajudin dan Onoh Hasanah itu itu mengatakan, kendati kondisinya serbakekurangan, itu tak menjadi halangan untuk mendirikan pesantren. “Modal awal itu kapengkuhan dan keseriusan untuk mendirikan pesantren, walaupun menyadari tidak ada tenaga dan materi untuk membangunnya. Terkait ilmu, semakin dikasihkan sama orang semakin bertambah,” tandas Suami Hj. Nurhayati itu.

Walapun begitu, kata dia, selama berdiri pesantren tidak pernah mengharapkan apapun dari santri. Ketika ada bayaran setiap bulan Rp 15 ribu, yang mengelola santri yang sudah lama.

“Alhamdulillah, pesantren terus mengalami perkembangan mulai dari banyaknya santri sampai luas bangunan pondok. Berbicara rezeki itu, ketika kita suka menolong orang, yang memberi bantuan itu suka datang dari orang yang tidak kita kasih pertolongan,” ungkap bapak lima anak ini.

Ia mencontohkan, ketika menolong santri dan tidak berharap apapun sama santri, maka Allah akan memberikan bantuannya dalam bidang yang tidak kita ketahui. Termasuk yang berhubungan dengan ilmu, semakin diamalkan ilmu akan terus bertambah. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?