Ilustrasi | Penduduk Pamijahan, 1910 | Dok. Soekapoera Institute
Historia

Jasa Raden Anggadipa di Abad Pertama Era Kejayaan Sukapura


Oleh: Muhajir Salam, peneliti Soekapoera Institute

initasik.com, historia | Di abad pertama, pemerintahan Kabupaten Sukapura beribu kota di Sukaraja. Pada saat itu, para bupati yang memimpin di antaranya Raden Djajamanggala, Raden Anggadipa, Raden Soebamanggala, Raden Demang Sacapati, Raden Jayanggadiredja I, Raden Jayanggadiredja II, dan Raden Demang Anggadipa II.

Kepemimpinan Raden Anggadipa dengan gelar Raden Tumenggung Wiradadaha III yang dikenal dengan Sebutan Dalem Sawidak, menandai abad pertama era kejayaan Sukapura. Pada masa kepemimpinannya, pemerintahan Kabupaten Sukapura mengalami kemajuan yang sangat pesat, ditandai dengan berbagai keberhasilan.

Ia berhasil menyeleraskan urusan pemerintahan dan keagamaan. Pada masa itu hubungan ulama dan umaro terjalin dengan harmonis tanpa menghilangkan prinsip dan batas-batas.

Pada masa pemerintahan Raden Anggadipa, Kabupaten Sukapura merupakan pusat gerakan Tarekat Satariyah di belahan Asia Tenggara. Syekh Abdul Muhyi, Pamijahan, sebagai ulama besar pemimpin gerakan tarekat Satariyah, setia mendampingi Raden Anggadipa dalam menjalankan roda pemerintahan.

Raden Anggadipa berhasil menandai momentum penting proses Islamisasi di Tasikmalaya. Beliau mampu menjadi penopang syiar agama Islam yang berjalan tanpa menimbulkan gejolak dan konflik.

Ia juga merupakan bupati yang berhasil meletakkan fondasi tata pemerintahan Kabupaten Sukapura. Kewenangan urusan pemerintahan didistribusikan kepada empat patih yang juga putra-putranya, yaitu, Raden Yudanegara sebagai patih I, diberi kewenangan mengelola kesejahteraan dan keamanan Negara; Raden Anggadipa II sebagai patih II dipercaya mengelola pertanian dan irigasi; R. Somanagara sebagai patih III, diberi kewenangan mengelola urusan administrasi negara; dan R. Indrataruna sebagai patih IV, diberi kewengangan urusan keuangan dan penghasilan Negara. Alhasil, pada masa pemerintahannya, rakyat Sukapura hidup sejahtera gemah ripah loh jinawi.

Pada 9 Mei 1726, Raden Anggadipa wafat pada usia lebih dari 100 tahun. Masa Pemerintahan Raden Anggadipa adalah kali terakhir Pemerintahan Sukapura yang bebas dan merdeka. Selanjutnya, Pemerintah Sukapura berada di balik bayang-banyang penjajahan bangsa Eropa. ***

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?