Ahmad Hidayat, pemilik Gressida Tailor, tengah mengukur kain || Jay/initasik.com
Ekbis

Jauh Hari Sebelum Lebaran, Penjahit Tutup Orderan

initasik.com, ekbis | Tulisan “Pinuh, Teu Nampi” dalam kertas bekas ditempel di kaca rumah Dayat, penjahit Paramitra, di Bantargedang, Bungursari, Kota Tasikmalaya. Maksudnya, ia sudah tidak menerima yang mau menjahit baju, lantaran sudah penuh. Masih banyak yang belum beres, sementara targetnya semua harus bisa dipakai saat lebaran.

Hari Raya Idul Fitri memang identik dengan baju baru. Entah sejak kapan. Tidak tahu siapa yang memulainya. Pokoknya, kalau lebaran harus serbabaru. Bukan hanya baju. Rumah dicat, rambut dipangkas, kendaraan pun harus baru. Perkara itu rental atau punya sendiri, lain soal.

Dayat mengaku, seminggu sebelum Ramadan, pihaknya sudah tidak menerima pekerjaan. Selain karena ingin memuaskan pelanggan dengan hasil yang maksimal, juga waktunya dibatasi. Ia tidak bisa kerja malam, lantaran mesti salat tarawih dan yang lainnya.

“Di sini saya kerja sendiri. Tidak ada pegawai. Mulai memotong sampai menjahit dikerjakan sendiri. Jadi harus pandai-pandai mengatur pekerjaan. Kalau sekarang saya menerima pesanan jahitan, pasti tidak akan beres lebaran. Kecuali kalau yang punyanya tidak masalah beres setelah lebaran,” tuturnya.

Lantaran dikerjakan sendiri dan waktunya dibatasi, dalam sehari paling bisa menyelesaikan dua jahitan. Tergantung model dan tingkat kesulitannya juga. Kalau mau, ia mengaku bisa mengerjakan lebih dari itu. Bisa lebih banyak. Konsekuensinya, waktu ibadah tersita.

Ahmad Hidayat, pemilik Gressida Tailor, di Cieunteung Gede, Argasari, Cihideung, juga memberlakukan hal serupa. Sejak memasuki Ramadan, ia sudah tidak menerima jahitan. “Kecuali kalau mereka tidak keberatan beres setelah lebaran, saya terima,” ujarnya.

Kendati dibantu seorang karyawan, ia tidak mau mengambil risiko dengan menerima setiap ada yang mau menjahit baju. Apalagi pelanggannya jauh-jauh. Ada yang dari Ciamis dan Banjar. “Sehari, paling bisa menjahit sepuluh baju. Tergantung modelnya. Itu dilakukan berdua, bukan hanya oleh saya,” imbuh Ahmad Hidayat. [Jay]