Puspa dan Dimas | Jay/initasik.com
Peristiwa

Jejak Buram Silsilah Keluarga Dua Anak Kecil yang Ditinggalkan di Masjid

initasik.com, peristiwa | Nasib malang menimpa Dimas Raditya Gumilang dan Puspa Laksmi Dewi. Dua anak yang masing-masing berusia enam tahun dan empat tahun itu ditinggal pergi oleh orang yang hingga saat ini belum jelas statusnya.

Dalam berita sebelumnya (baca: Orangtua yang Membuang Dua Anaknya Berharap Mereka Jadi Anak Saleh) disebutkan sebagai orangtua, karena di akhir surat mengaku mamah papah. Namun, diduga kuat mereka bukan ayah ibu kandungnya.

Dugaan tersebut dilontarkan Ipong Siti Fitroh, istri Dirman Sudirman, keluarga yang saat ini merawat Dimas dan Puspa. “Beberapa kali saya tanya mereka, siapa nama ayah atau ibunya. Jawabannya selalu uwa,” ujar Ipong saat ditemui di rumahnya, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Ahad, 15 Oktober 2017.

Saat disampaikan pertanyaan serupa dalam beberapa kali kesempatan, jawaban mereka selalu berujung di uwa. “Saya tanya lagi, ke sini sama siapa, jawabannya uwa. Lalu siapa lagi, jawabannya mamah. Mamahnya siapa, dijawabnya uwa. Sepertinya sejak kecil sama uwanya itu,” tutur Ipong.

Namun, ia tidak bisa memastikan apakah uwanya itu kakak kandung orangtua kedua anak tersebut atau bukan. Saat initasik.com bertanya siapa nama uwanya itu, Dimas dan Pupsa menjawab Wa Reza. “Sekarang lagi ke Bandung dulu,” timpal Puspa.

Hingga saat ini, kedua anak itu masih yakin kalau uwanya itu sedang ke Bandung dan nanti akan ke Tasik lagi untuk menjemput mereka. Ipong menduga, Dimas dan Puspa asalnya bukan dari Bandung. Mereka tidak bisa bicara dan mengerti bahasa Sunda. Logat bicaranya kental gaya Jakarta.

Sejak berada di rumahnya, mereka tidak terlihat kaku. Keduanya bebas bergerak ke mana saja, bermain dengan anggota keluarga yang lain. Nonton televisi bersama. Seolah tidak terjadi apa-apa. Bangun tidur tidak menanyakan di mana mamahnya atau uwanya, malah minta makan dengan telur goreng. Rencananya, dalam waktu dekat ini Dimas akan dikhitan.

“Sebenarnya saya heran juga. Kalau anak-anak ini punya orangtua dan tinggal bersama, tentunya tahu siapa nama ayah atau ibunya. Ini tidak. Di mana tempat tinggalnya juga tidak tahu. Kalau kita, kan, anak usia tiga tahun juga sudah tahu nama ayah dan ibu,” papar Ipong. [Jay]