Informasi

Jejak Pergeseran Tanah di Pagerageung yang Membuat Ratusan Rumah Direlokasi

initasik.com, informasi | Mei 1995. Musibah terjadi di Kp. Bojot, Sukapada, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Ada pergeseran tanah. Ratusan rumah terpaksa direlokasi. Sekitar 320 rumah harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Sejak saat itu, pergeseran tanah di sekitar daerah tersebut tidak berhenti. Tiga tahun kemudian, musibah serupa terjadi di Kampung Garadaha, dekat Kampung Bojot. Ada 105 rumah yang harus dipindahkan. Terakhir, Februari 2016, “giliran” Kampung Citeureup. Sebanyak 20 rumah direlokasi.

Olih Solih, mantan kepala Desa Sukapada, menyebutkan, akibat pergeseran tanah itu ratusan rumah yang tersebar di tiga kampung terpaksa dipindahkan. Bahkan, akses jalan ke kampung-kampung itu sampai dibuat tiga kali, karena belah.

“Kalau tidak dibuatkan jalan lagi, bagaimana bisa mengakses ke sana. Kurang lebih ada 80 hektar tanah di tiga kampung itu yang rawan terjadi pergeseran tanah. Makanya pajak tanahnya juga sudah dibebaskan,” ujarnya.

Menurutnya, akibat pergeseran tanah itu, warga harus beberapa kali pindah rumah. Saat terjadi musibah itu, yang semula tinggal di Bojot, harus pindah ke daerah Datarkoneng, sekitar Garadaha. Setelah menetap di sana, terjadi lagi pergesaran tanah. Mereka harus dipindahkan lagi ke wilayah Panugaran.

“Warga Garadaha yang direlokasi ke tempat lain, sekarang sudah pindah lagi ke Garadaha, karena mungkin mata pencahariannya di sana. Sampai sekarang pergeseran tanah sebenarnya masih terjadi,” beber Olih.

Ia menduga, pergerakan tanah itu disebabkan karena adanya gas bumi di daerah tersebut. Gas itu diperkirakan satu jalur dengan proyek Karaha, Kadipaten, sehingga tersedot dan menyebabkan kekosongan ruang di bawah tanah. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?