Peristiwa

Jelang Berangkat ke Korea, Dihya Dibina Lagi di Jakarta

 

Kota Tasik | Muhammad Dihya Aby Abdi Manaf, siswa SDN Citapen Kota Tasikmalaya yang menjadi salah satu wakil Indonesia untuk mengikuti lomba sains di Korea Selatan, menjalani karantina terakhir di Jakarta. Tadi subuh, ia sudah bertolak ke ibu kota.

Ia akan mengikuti pembinaan lagi sampai 19 Oktober yang dipusatkan di hotel Ibis, Slipi. “Semoga Dihya bisa memaksimalkan potensi yang dia miliki, dan tentunya menjadi anak yang saleh, sehingga ilmunya bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya,” harap Indra Somantri, ayah Dihya, Jumat, 14 Oktober 2016.

Diagendakan, Dihya dan lima anak Indonesia lainnya yang berasal dari berbagai daerah akan berangkat ke Daejeon, Korea Selatan, pada 20 Oktober 2016. Di sana mereka akan berhadapan dengan anak-anak dari 14 negara sampai 24 Oktober 2016.

“Kami berharap, ilmu dan pengalaman Dihya selama pembinaan dan selama di luar negeri bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak lain,” tandas Indra.

Kemarin, Kamis, 13 Oktober 2016, anak semata wayang dari pasangan Indra Somantri dan Pipit Indah Purwanti, itu dilepas pihak sekolah. Semua warga sekolah SDN Citapen, termasuk komite, mengikuti upacara pelepasan keberangkatan Dihya.

Kepala SDN Citapen, Aning Rosdiana, mengaku bangga anak didiknya bisa go internasional untuk mengikuti perlombaan bergengsi. “Kami doakan mudah-mudahan Dihya bisa meraih hasil yang diinginkan,” ujarnya.

Menurutnya, sepintar-pintarnya seorang anak, jika tidak dibimbing orangtua maka hasilnya tidak akan maksimal. “Orangtua Dihya itu contoh yang baik bagaimana kerja sama orangtua dan sekolah dalam memaksimalkan potensi anak. Banyak orangtua yang segala sesuatunya dititikberatkan kepada sekolah. Diteumleuhkeun. Orangtua harus proaktif juga memaksimalkan potensi anak. Semoga ke depan akan muncul Dihya-Dihya yang lain,” tutur Aning. initasik.com|shan

Foto: Dokumen keluarga Indra

 

Komentari

komentar