Video

JEMBATAN CIRAHONG SEBAGAI WARISAN PEMERINTAH KOLONIAL HINDIA-BELANDA

initasik.com | Jembatan Cirahong merupakan infrastruktur yang dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda, yang pengerjaannya dimulai sekitar awal tahun 1890-an. Pembangunan jembatan Cirahong ini erat kaitannya dengan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan daerah-daerah di Selatan Pulau Jawa, guna memenuhi kepentingan eksploitasi ekonomi Pemerintah Kolonial. Sebagai salah salah satu wilayah paling penting di Priangan, Tasikmalaya dipandang sangat berpotensi mendatangkan pemasukan yang menguntungkan bagi kas pemerintah. Pada akhir abad ke-19, di Tasikmalaya terdapat banyak lahan perkebunan komuditas unggulan, seperti kina dan pesawahan-pesawahan dengan kualitas padi terbaik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Selain itu, populasi penduduk di Tasikmalaya yang cukup tinggi membuat kebutuhan transfortasi cepat sebagai media mobilitas masyarakat di sana tinggi, sehingga hal tersebut akan menjadi sumber pemasukan bagi industri perkeretaapian. Karena itulah, Tasikmalaya menjadi lintasan proyek utama pembangunan jalur kereta api di Selatan Pulau Jawa. Dalam hal ini termasuk membangun jembatan Cirahong sebagai perlintasannya yang menghubungkan Tasikmalaya-Ciamis-Banjar dan daerah-daerah lainnya di Jawa Tengah.

Saat ini Jembatan Cirahong menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang diwariskan oleh pemerintah kolonilal Hindia-Belanda di Tasikmalaya. Pembangunannya yang benar-benar diperhitungkan secara matang, membuat Jembatan Cirahong masih tetap berdiri kokoh sampai sekarang. Begitupun dengan desain artistiknya yang tak lekang oleh zaman, telah menjadikan Cirahong sebagai jembatan penyebrangan kereta api yang sangat ikonik di Priangan Timur. [ifl]