Informasi

Jembatan Pasanggrahan Rusak, Kementrian PU/PR Akan Bangun Bailey

initasik.comInformasi | Banjir bandang yang menerjang daerah selatan Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu mengakibatkan putusnya sebuah jembatan di Kampung Pasanggrahan, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Terputusnya jembatan tersebut, berdampak pada lumpuhnya aktivitas warga di Lima desa. Kelima desa itu diantaranya desa Ciandum, Ciheuras, Sukahurip, Cipanas, dan Pameutingan.

Diketahui, banjir bandang itu terjadi pada selasa, (06/11/2018) lalu lantaran meningkatnya debit air di sungai Ciandum karena terus menerus diguyur hujan lebat.

Selain melumpuhkan aktivitas warga, rusaknya jembatan juga mengakibatkan terputusnya arus lalu lintas. Pasalnya, jembatan Pasanggaran menghubungkan Kabupaten Tasik dan Kabupaten Garut. Tepatnya antara Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya dengan kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Keadaan itu, mengundang keprihatinan dari berbagai pihak. Termasuk dari Kementrian PU/PR. Kabarnya, Kementrian PU/PR akan bergerak cepat untuk memulihkan kembali arus lalu lintas disekitar wilayah itu  dengan mengirimkan Jembatan Bailey milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN VI) sebagai pengganti sementara Jembatan Pasanggrahan yang rusak.

Hal itu dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto. Ade menyebutkan, perbaikan jembatan itu sementara waktu akan dilakukan dengan membangun jembatan Bailey (Non Permanen).

Selain untuk memulihkan kembali arus lalu lintas, pembangunan jembatan Bailey juga dilakukan agar bantuan bagi para warga bisa lebih mudah disalurkan.

“Pasalnya, berdasarkan data yang saya peroleh, saat ini ada kurang lebih 700 KK yang terkena dampak bencana. Itu belum semuanya terdata,” tambah Ade.

Maka dari itu, menurutnya pembangunan jembatan Bailey mesti cepat dilakukan agar bantuan dapat diterima oleh warga secara menyeluruh. [Eri]