Peristiwa

Jika Lantas Wartawan Minta Uang, Laporkan!


Kabupaten Tasik | Banyak pihak, terutama birokrat, yang alergi menghadapi wartawan. Jika ada orang yang datang ke kantornya mengaku wartawan, mereka langsung sembunyi. Cara seperti itu, kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Tasikmalaya, Samsul Maarif, sangat tidak dianjurkan.

Ia menyarankan, jika pejabat atau siapa saja kedatangan wartawan, terima dengan baik. Persilakan duduk. Layani dia sebagai tamu pada umumnya. Lalu tanya dari mana dan apa keperluannya.

“Kalau mau wawancara, layani sesuai tupoksi. Dia tanya, kita jawab. Tidak ada yang harus dikhawatirkan. Tapi, jika di akhir wawancara ujung-ujungnya minta uang, jangan beri. Abakaikan saja. Jika memaksa, laporkan! Itu sudah masuk pidana,” tandas Samsul dalam Workshop Kehumasan & Jurnalistik di Op. Room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Kamis, 26 November 2015.

Menurutnya, saat ini banyak wartawan abal-abal yang kerjaannya hanya mencari uang. Tujuan mereka bukan berita, tapi materi. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak punya media massa. Kalaupun ada, terbitnya tidak jelas.

“PWI pernah mendapat laporan, ada seorang guru yang diperas oknum wartawan karena dituduh selingkuh. Guru itu bersumpah tidak selingkuh. Kami lantas membuat rencana jebakan, setelah koordinasi dengan kepolisian. Tapi, jebakan itu tidak berhasil, karena si oknum sudah mencium gelagat akan dijebak,” tuturnya.

ini juga: Memoles Bopeng Wajah Pers

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Komunikasi Pemerintah dan Pemerintah Daerah Dinkominfo Jawa Barat, Lovita Adriana Rosa, berbagi pengalaman saat menghadapi mereka yang ia sebut sebagai wartawan “bodrex”.

Menurutnya, kewajiban humas adalah memberikan informasi. “Kalau ada yang memaksa minta uang, minta bantuan bagian security untuk mengamankan mereka. Jika perlu laporkan kepada polisi kalau mereka membuat keonaran. Hal-hal seperti ini harus diperhitungkan secara matang dan bijaksana,” terangnya.

Ia menegaskan, jangan takut dengan gaya dan pressure wartawan bodrex tersebut. Gunakan mekanisme dan prosedur atau SOP penanganan tamu. Wartawan yang benar akan menerima prosedur tersebut dan mengikuti mekanisme. initasik.com|sep

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?