Peristiwa

Jualan Buku Bekas Menjanjikan

Kota Tasik | Siapa bilang barang bekas hanya akan menjadi rongsokan tak bernilai jual? Buktinya, di tangan Hilman Nasir (30), barang bekas, khususnya buku dan majalah bekas berhasil disulap menjadi lembaran rupiah yang menggiurkan. Dari usahanya yang tak banyak dilirik orang itu, kini ia mengaku mampu mengantongi omzet sampai Rp 30 juta sebulan.

Sepintas, angka Rp 30 juta itu terkesan mengada-ada. Apalagi jika memerhatikan lapak jualan yang hanya 2×5 m. Tapi, jika ditelaah lebih jauh, angka sebesar itu sangat mungkin tercapai. Untuk majalah bekas, misalnya, ia biasa membelinya secara kiloan. Dalam satu kilo itu, rata-rata ada 4 s.d. 8 majalah, sementara harga belinya cuma Rp 3.000 per kg.

Jika sudah dipajang di tempatnya, majalah itu ia jual Rp 5.000 per eksemplar. Bisa dihitung berapa keuntungan yang masuk kantongnya. Itu baru majalah, belum dari buku, komik, koran, novel, dll. Tak heran, belum lama ini ia membuka cabang di jl. Bantarsari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Di dunia buku bekas, Hilman bukanlah pemain baru. Ia sudah merintisnya sejak empat tahun silam. Awalnya, ia berjualan ngampar di pasar kojengkang Dadaha. Itupun bukan barang miliknya, tapi punya orang lain. “Saya hanya bantu menjualnya,” ujarnya saat ditemui initasik di kiosnya, bilangan Pasar Pancasila, Kota Tasikmalaya.

Lama kelamaan, ia mengaku menikmati pekerjaannya itu. Apalagi, penghasilannya dalam satu hari jualan, bisa menutupi kebutuhan seminggu. Setelah merasa punya pengalaman dan bekal yang cukup, ia memutuskan menjual barang sendiri. “Saya memberanikan diri membuka kios di Pancasila,” sebutnya.

Di pasar Pancasila ini, ia termasuk perintis. Saat itu belum ada orang yang membuka lapak khusus menjual buku dan majalah bekas. Setahun kemudian, ada yang mengekorinya. “Baguslah ada yang ikut-ikutan membuka lapak. Biar terbentuk image kalau pusatnya buku dan majalah bekas di Tasikmalaya itu ada di sini (Pancasila, red),” katanya.

Untuk mendapatkan buku dan majalah bekas, Hilman mengaku suka memburunya hingga keluar kota. Khusus, buku baru berharga murah, ia mencarinya hingga ke Bandung dan Jakarta. “Di sini banyak tersedia buku-buku pelajaran, kesehatan, politik, sastra, manajemen, dan lain-lain,” sebutnya. ashani

Tak heran, pembeli yang datang ke tempatnya kebanyakan pelajar dan mahasiswa. “Selain murah, barang-barang yang tersedia pun kumplit,” ujar Wiwin Rahayu, mahasiswi Unsil yang saat itu tengah mencari buku Matematika.

Komentari

komentar