Edukasi

Jualan di Sekolah Melatih Mental Wirausaha Anak

Kabupaten Tasik | Ada pemandangan menarik di SDN Linggaputra, Desa Setiawangi, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Sekelompok anak tengah mengeremuni seorang anak yang membawa baskom.

Rupanya mereka sedang jajan. Anak pembawa baskom itu menjual cilok. Namanya Ridwan, siswa kelas 4. Ada juga Rivan, siswa kelas 3, yang dagang cimol. Ternyata bukan dua orang. Ada anak-anak lain yang jualan gehu, nasi wuduk, dan lainnya.

Rivan mengaku senang bisa mengisi waktu istirahatnya sambil dagang. Dapat uang. Diupah. Menurutnya, cimol yang ia jual itu milik Bi Marsah, penjual makanan di samping sekolah. “Kadang dua rebu, kadang sarebu,” jawabnya saat ditanya upah yang didapatnya.

Baca: SD Linggaputra; Sudah Berdiri Puluhan Tahun Belum Punya Toilet

Aminah, salah seorang guru SDN Linggaputra, mengatakan, sekolah tidak melarang anak-anak jualan di dalam kompleks, karena itu dilakukan di jam istirahat. “Sebelum dibenteng, pedagang jualan di dalam sekolah. Sekarang sudah dibenteng, jadi tidak bisa jualan di dalam sekolah. Anak-anak membantu jualan dagangan Bi Marsah,” ujarnya.

Menurutnya, dengan belajar jualan sejak kecil, secara tidak langsung anak-anak dilatih mental wirausahanya. Itu bagus buat bekal masa depannya, karena mental pekerja keras, ulet, dan tidak mudah menyerah adalah syarat mutlak untuk sukses dalam mengarungi kehidupan. initasik.com|shan

Komentari

komentar