Etalase

Jualan Kurma Sepi, Malam Ujang Begadang Kerja Serabutan

initasik.com, etalase | Ujang, penjual kurma roda di bilangan Singaparna, mengeluhkan soal penjualannya yang turun drastis bila dibanding tahun kemarin. Dulu, ia mengaku bisa mendapatkan untung Rp 200 ribu dalam sehari. Sekarang tidak lagi. Jauh berbeda.

Lantaran sepi, ia sempat bermaksud jualan yang lain, tapi terbentur modal. Terpaksa jalani yang ada. Tetap dagang kurma, meski penghasilannya sangat jauh dari yang diharapkan. Dalam sehari, ia paling bisa menjual enam sampai delapan cup saja. Satu bungkus beratnya ¼ kg. Harganya Rp 10 ribu.

Menurutnya, tidak mungkin memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dari penghasilan kurma yang sedikit itu. Karenanya, ia bekerja serabutan sebagaipemotong triplek di pabrik rumahan. Kerjanya dari pukul tujuh malam sampai tujuh pagi. Upahnya, satu triplek dibayar Rp 400.

Dalam semalam, ia mengaku bisa memotong 30 triplek. Itu berarti, uang yang didapatnya dari begadang hanya Rp 12 ribu. Kendati upahnya itu tidak sebanding dengan perjuangannya, ia tetap menjalaninya. Kebutuhan yang bicara.

“Mau bagaimana lagi, mengandalkan dagang tak cukup, saya harus cari pemasukan lain buat istri dan anak,” dalihnya.

Sepulang dari pabrik, ia istirahat sampai pukulk 12 siang.Setelah itu, tenaganya dipakai kembali untuk berjualan. Selepas dagang, selang waktu satu jam, tubuhnya dipakai kembali bekerja hingga pagi tiba. Begitu setiap hari. ***

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?