Ekbis

Jualan Parsel, Bisnis Tahunan yang Masih Menjanjikan


initasik.com, ekbis | Tangan pria berambut sebahu itu sangat cekatan menempelkan porselen pada bingkai wadah parcel. Tangan kanan memencet lem, tangan kirinya merapikan. Begitupun saat memberi hiasan kertas dan ornamen lainnya. Mahir. Tampak sudah terlatih. Jadilah parsel yang cantik.

Satu parsel, harganya ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Tergantung ukuran dan kelengkapan isinya. Di bawah Rp 100 ribu juga banyak. Paling mahal Rp 1,6 juta. “Yang Rp 3 juta juga ada. Tapi itu kalau ada yang pesan,” sebut Tina Risnawati Sardjono, pemilik Ramayana Parcel, Jl. Tentara Pelajar 89 Kota Tasikmalaya, Selasa, 6 Juni 2017.

Parsel seharga jutaan rupiah itu isinya macam-macam. Selain makanan, di dalamnya ada peralatan dapur atau barang-barang elektronik, seperti oven dan coffe maker. Ukurannya lain dari yang lain. Setinggi dada orang dewasa. Pemesan parsel mahal itu kebanyakan perusahaan dan pekerja swasta.

Sejak memulai bisnis parsel pada 1998, Tina mengaku trafik penjualannya selalu meningkat. Paling tidak, stagnan. Jarang menurun. Beberapa tahun terakhir ini angka penjualannya di titik 4.000 parsel. Namun ia enggan menyebut omzet dari usaha tahunannya itu. “Jangan ah, nanti ada yang ikutan,” ucapnya tertawa.

Menurutnya, sampai sekarang bisnis parsel masih menjanjikan. Malah ia berani menyebut, itu salah satu usaha yang tidak mengenal kata rugi. Soalnya, barang selalu habis terjual. Bahkan kurang. Parsel sudah habis, calon pembeli masih banyak yang membutuhkan.

Hal senada diutarakan Yudi Ganda, pemilik Metro Parcel yang sudah membuka usaha itu sejak sepuluh tahun lalu. Selama itu ia mengaku belum pernah merugi. Pernah sekali ada barang tersisa, tapi itu tidak berpengaruh. “Di sini harganya mulai Rp 50 ribu sampai Rp 800 ribu,” sebutnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?