Peristiwa

Jualan Sepi Lantaran TCF, Kepala BI: Justru Mereka Diuntungkan

 

Kota Tasik | Para pedagang di Jl. Hazet, Kota Tasikmalaya, mengeluh lantaran jalan yang menjadi akses masuk ke tempat usaha mereka ditutup untuk Tasikmalaya Creative Festival (TCF) 2016 yang diprakarsai Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya. Omzet mereka menurus drastis.

Dodi Yonatan, misalnya. Penjual Mie Ayam HZ itu mengaku pendapatannya terjun bebas setelah Jalan Hazet ditutup. Malah ia sempat tutup dua hari, karena tidak ada pembeli. Baru hari ini dan kemarin ia buka lagi.

“Hari ini, sampai jam satu siang ini belum satupun ada pembeli. Kan bisa lihat sendiri. Tidak ada pembeli. Dua orang pegawai saya suruh libur dulu. Semua pedagang di sini mengeluh. Malah ada yang marah-marah,” ujarnya kepada initasik.com, Kamis, 6 Oktober 2016.

Biasanya, sambung Dodi, dalam sehari ia dapat omzet satu juta rupiah. Sekarang, sejak jalan ditutup, dapat seratus ribu rupiah saja sangat sulit. “Ada pemberitahuan, tapi diterimanya setelah jalan ditutup. Kami tidak diberi tahu jauh-jauh hari,” sesalnya.

Resto & Café Abah Othe dan Hanna Bakery merasakan hal serupa. Pendapatan mereka turun setelah jalan ditutup. “Sampai siang ini baru ada satu pembeli. Kalau biasanya tidak seperti ini,” sebut Risa, kasir Resto & Café Abah Othe.

Ibrahim, pemilik Hanna Bakery, mengaku terpaksa mengurangi produksi untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar. Menurutnya, kekuatan kue tidak lama. Cepat basi. “Dari misalnya omzet sepuluh, sekarang paling tiga. Sekarang mah buang sampah juga jadi susah. Harus dibawa dulu ke pengkolan,” ungkapnya.

Bukan hanya pengusaha kuliner, bengkel sepeda motor juga terkena dampak. Para montirnya lebih banyak diam atau ngobrol dengan rekannya. Tidak ada kerjaan. “Mau bagaimana lagi? Saya ya ikut partisipasi saja, walaupun kenyataannya begini. Hari ini saja belum ada yang servis motor. Biasanya sehari lebih dari sepuluh motor,” ujar Uung, pemilik bengkel.

Sementara itu, Kepala BI Tasikmalaya, Wahyu Purnama, mengatakan, alasan pihaknya menggunakan Jalan Hazet karena tidak ada tempat lain yang lebih luas lagi dari itu. “Kalau Dadaha tidak layak. Atau Jalan Panyerutan, termasuk Situ Gede. Kalau di sini kan lebar. Bisa muat panggung sebesar itu,” katanya seusai membuka TCF.

Dimintai tanggapan soal para pedagang yang mengeluhkan turunnya pendapatan, Wahyu menampik fakta itu. “Justru mereka tambah ramai karena ada TCF ini. Para pedagang di sini diuntungkan dengan adanya acara ini,” dalihnya. initasik.com|shan

 

Komentari

komentar