Pengemis di trotoar Jl. KH Zainal Musthafa, Kota Tasikmalaya || Jay | initasik.com
Sosial Politik

Jumlah Pengemis di Kota Tasik Naik 30 Persen Saat Ramadan

initasik.com, sospol | Setiap memasuki Ramadan, jumlah pengemis di Kota Tasikmalaya selalu meningkat. Tahun ini diperkirakan naik 30 persen. Mereka bukan saja dari luar daerah, warga asli juga ada.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Beti Badrawati, mengatakan, warga Kota Tasikmalaya suka ada yang mendadak jadi pengemis di bulan suci ini, apalagi nanti jelang lebaran.

“Kalau mau Idul Fitri pasti lebih banyak lagi. Susah juga, ya. Itu tidak bisa dihindari. Bersama Satpol PP, kita juga sering melakukan razia. Habis dirazia bagaimana? Kita belum punya panti rehabilitasi,” tuturnya tanpa mau menyebutkan angka berapa jumlah gepeng yang terdata di dinasnya.

Sepengetahuannya, para gelandangan dan pengemis, terutama yang domisilinya tidak jelas, bila kena razia suka disimpan di satu tempat. Disimpan begitu saja. Hampir semua daerah melakukan hal seperti itu. Kecuali kalau warga Kota Tasik asli dan jelas alamatnya, mereka dikembalikan ke rumahnya.

Soal tempat rehabilitasi, Beti mengaku sudah mengajukan pembangunannya. Sampai sekarang belum disetujui. Padahal itu sangat dibutuhkan. “Sudah kita usulkan pembuatan panti rehabilitasi sosial terpadu. Itu untuk menampung semua orang yang harus direhabilitasi, mulai gepeng, manula terlantar dan lainnya,” ujarnya.

Selain panti rehabilitasi, hal lain yang juga penting adalah perda penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Beti menyebutkan, perda itu masih digodok. Kalau itu sudah diketuk palu, pihaknya punya tenaga lebih. Ada sanksi bagi yang mengemis, termasuk kepada mereka yang memberi pengemis. Sanksinya bisa denda atau kurungan. [Jay]