Peristiwa

Kabupaten Dapat Rp 41 M dari Pajak Rokok

Kabupaten Tasik | Mulai tahun ini Kabupaten Tasikmalaya menerima bagi hasil pajak rokok dari pemprov Jawa Barat sebesar Rp 41 miliar lebih. Itu merupakan hasil perhitungan berdasarkan proporsi jumlah penduduk kabupaten terhadap penduduk Jabar.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda kabupaten Atik Sobari, saat membuka Pembinaan dan Sosialisasi Pajak Rokok Tingkat Kabupaten Tasikmalaya, di Crown Hotel, Rabu, 29 Oktober 2014, menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pajak rokok telah dilimpahkan ke provinsi.

Kendati begitu, kata bupati, pemungutannya tetap dilakukan instansi pemerintah pusat, yaitu Dirjen Bea dan Cukai. “Pajak rokok dipungut bersamaan dengan pemungutan cukai rokok kepada produsen sebesar sepuluh persen dari cukai rokok,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil pemungutan tersebut disetorkan ke kas pemprov Jabar berdasarkan realisasi penerimaan pajak rokok dan proporsi jumlah penduduk Jabar terhadap penduduk nasional. “Paling sedikit 50 persen dari penerimaan pajak rokok wajib dialokasikan untuk mendanai pelayanan kesehatan masyarakat dan penegakan hukum oleh aparat,” terang bupati. Sisanya untuk pembangunan bidang lainnya.

Menurutnya, pengalokasian anggaran tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meminimalisir dampak buruk rokok bagi masyarakat. Pemkab Tasikmalaya sendiri telah merencanakan pengadaan alat kesehatan (Rp 3 miliar), rehabilitasi ringan puskesmas pembantu (Rp 3,9 miliar), pengadaan mobil ambulan (rp 1,1 miliar), dan lain-lain yang jumlah totalnya mencapai Rp 20,7 miliar.

Sedangkan alokasi untuk pembangunan lainnya, misalnya membuat overlay jalan Pasirgintung – Salopa – Cikalong (Rp 14,9 miliar), pengadaan container sampah (Rp 250 juta), peningkatan produktivitas palawija (Rp 500 juta), dan lain-lain yang jumlah totalnya Rp 20,7 miliar. initasik.com|sep

Komentari

komentar