Eri | initasik.com
Humaniora

Kaki dan Tangan tak Sempurna, Kosasih Berhasil Kuliahkan Anak

initasik.com, humaniora | Kedua kaki pria berpeci hitam itu tidak sempurna. Hanya sampai lutut. Begitupun dengan tangan kanannya. Tak berjemari. Namun, di balik ketidaksempurnaan fisiknya itu, tanggung jawab kepada keluarganya patut diacungi jempol.

Lelaki itu bernama Kosasih, warga Kampung Cikeuyeup, Desa Parakahonje, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Untuk berjalan, ia merangkak dengan mengandalkan tangan. Ujung kakinya diberi alas karet bekas ban dalam.

Saat ditemui initasik.com, Kamis, 15 Februari 2018, ia sedang berteduh di bawah pohon mangga, di kompleks Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS). Bajunya terlihat rapi. Pakai peci.

Ternyata ia merupakan salah seorang wali mahasiswa yang sedang diwisuda. Anaknya, Sinta Kurnia, mengakhiri masa belajarnya di Kebidanan. Ketika ditanya kenapa duduk di luar, tidak masuk ke graha bersama anaknya, ia mengaku malu. “Isin. Hawatos murangkalih bilih isineun. Keun wen sina sareng mamahna. Bapak mah di dieu we,” ujarnya.

Pria berusia 60 tahun itu bercerita, ketidaksempurnaan fisiknya sudah dialami sejak lahir. Dari semua saudaranya, hanya ia yang mengalami hal itu. Sehari-hari ia bekerja serabutan. Ia mengaku bersyukur, perjuangannya untuk menyekolahkan anak tidak sia-sia. “Alhamdulillah, bingah pisan,” ucapnya.

Diwawancara usai wisuda, Sinta Kurnia mengaku bangga dan tidak malu memiliki seorang ayah yang menyandang disabilitas. Ia sangat berterima kasih kepada sang ayah, di tengah keterbatasan fisiknya, ia selalu bekerja keras untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anaknya. “Saya sangat berterima kasih kepada bapak, selama ini sudah menjadi orang yang sangat berjasa bagi kami,” ujarnya terbata. Air matanya membelah riasan wajah.

Terpisah, Rektor UMTAS, Ahmad Qonit, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi perjuangan Kosasih menguliahkan anaknya, di tengah keterbatasan fisik. “Saya lihat ia orang hebat dan luar biasa. Insya Allah anaknya akan sangat berguna bagi masyarakat. Kami mohon maaf yang sebesar besarnya, karena di sini kami masih banyak kekurangan,” paparnya. [Eri]