Informasi

Kalung Jadi Aksesori Paling Banyak Dibeli Ketimbang Bros

initasik.com, informasi | Lebaran tidak tampil gaya sepertinya tidak afdal. Tak heran, hampir kebanyakan orang menyengajakan membeli baju baru dan segala aksesorinya. Dibanding tahun kemarin, sekarang aksesori yang paling laku adalah kalung.

Itu disampaikan Asep Roni, penjual aksesori yang buka lapak di trotoar Jl. KH Zainal Musthafa Kota Tasikmalaya. Pria asal Ciamis yang sudah lima tahun jualan perhiasan pelengkap itu mengatakan, tahun ini lebih banyak yang membeli kalung daripada yang lainnya.

“Harganya mulai Rp 25 ribu sampai Rp 60 ribu,” jawab Asep saat ditanya harga kalung yang ia jual, Kamis, 22 Juni 2017. Semua aksesori itu dibelinya dari Jakarta. Beberapa hari jelang Idul Fitri, ia mengaku, pendapatannya naik sampai sepuluh persen.

Bukan hanya penjual aksesori yang diburu ibu-ibu, pedagang taplak juga sama. Kain penutup meja itu banyak dicari setiap jelang lebaran. Karenanya, Roni Syahroni, penjual taplak di trotoar Hazet, menutup lapak dompetnya dan diganti dengan taplak.

“Kalau bulan biasa saya memang jualan dompet. Tapi tiap Ramadan dagang ini. Istilahnya musiman. Alhamdulillah penghasilannya lebih besar ini daripada dagang dompet,” ujar warga Ciamis itu.

Seminggu jelang lebaran, ia menyebutkan, banyak ibu-ibu yang membeli taplak. Bukan hanya penutup meja, tapi juga untuk kulkas dan dispenser. Barang-barang itu ia beli langsung dari Surabaya, termasuk taplak bordir.

“Iya, taplak bordir itu dari Tasik. Saya juga heran, kenapa lebih murah beli di Surabaya dibanding beli di Tasik? Kalau saya jual di sini beda-beda. Paling murang Rp 65 ribu. Tapi kalau taplak bordir yang dua meteran itu harganya Rp 185 ribu,” sebut Roni. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?