Peristiwa

Kapan Pendidikan di Kabupaten Merdeka?

Kabupaten Tasik | Dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya belum sepenuhnya merdeka. Masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses dunia ilmu. Jarak tempuh yang masih jauh bukan cerita rekaan. Murid-murid harus menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah bukan fiksi. Semua itu fakta.

Ada juga kasus lain, seperti tenaga pengajar kurang, sarana-prasarana jelek, akses jalan sulit dilalui, dan lain-lain. SDN Cileungsir di Desa Ciandum, Kecamatan Cipatujah, dan SDN Parentas di Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, adalah dua contoh nyata. Di luar itu, masih banyak sekolah yang perlu diperjuangkan agar terbebas dari keterbatasan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, EZ Alfian, belum lama ini mengatakan, faktor penyebabnya variatif. SDN Cileungsir, misalnya. Para murid sulit mencapai lokasi karena orangtuanya indah dari satu daerah ke daerah lain untuk berkebun, sehingga ke sekolah menjadi jauh dan harus melewati sungai.

“Kalau SDN Parentas, informasi yang kami terima itu anak-anak bisa sekolah tetapi dengan berbagai kekurangan fasilitas. Salah satunya, karena jaraknya juga jauh dan kekurangan guru,” ujar Alfian.

Menurutnya, SDN Parentas serta kelas jauhnya, menjadi salah satu prioritas untuk disikapi. “Rencana kami semula mau menggunakan K2. Namun setelahnya dicek ke BKPLD (Badan Kepegawaian), ternyata mereka mengabdikan diri di sekolah kosong. Jadi setelahnya ia jadi PNS, ditempatkan lagi ditempat semula mengajar,” tuturnya.

Ia menjelaskan, didirikannya kelas jauh untuk menolong serta mempermudah anak-anak mendapatkan pelayanan pendidikan. Soalnya, tidak mungkin anak yang berjumlah 11 orang itu berangkat ke SDN induknya. “Kami tetap layani, adakalanya memang suka belajar di rumah gurunya. Di sana ada satu guru PNS dan satu sukwan. Ke depan kalau siswanya banyak, tidak menutup kemungkinan didirikan sekolah,” pungkasnya. initasik.com|asm

Komentari

komentar