Ekbis

Karena Persaingan Bank Ketat

Kota Tasik | Persaingan antarbank di wilayah Priangan Timur terbilang ketat. Sebanyak 47 bank kantor cabang adu cepat mengumpulkan dana punya masyarakat. Beragam strategi dikerahkan untuk menyimpan pundi masyarakat dalam tabungan, giro, atau deposito.

“Acara gowes fun bike ini untuk mencairkan persaingan itu. Dalam urusan kerjaan kita boleh bersaing, tapi di luar itu kita semua bersaudara,” ujar Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya, Wahyu Purnama, di sela acara sepeda santai yang dipusatkan di halaman BI, Minggu, 7 Desember 2014.

Ia menjelaskan, persaingan antarbank dalam mengumpulkan dana atau menyalurkan pembiayaan kredit saling beradu cepat. Tiap bank berlomba mengambil hati masyarakat. Kendati begitu, katanya, di wilayah Priangan Timur ini angka kredit jauh lebih besar dibanding pengumpulan dana.

“Sampai akhir November kemarin, angka kredit sudah mencapai Rp 17 triliun, sementara total dana hanya Rp 10 triliun lebih. Kredit yang diberikan jauh lebih besar, sehingga banyak bank yang harus mengambil uang dari  kantor pusatnya,” papar Wahyu.

Ketua pelaksana kegiatan, Nanang Saady, menambahkan, sepeda santai yang digarap Badan Musyawarah Perbankan Daerah dan dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dede Sudrajat itu diikuti lebih seribu peserta. Semua karyawan perbankan se-Priangan Timur. “Ini untuk menjalin keakraban sesama pegawai bank,” tandasnya.

Selain sepeda gunung, fun bike yang menempuh rute sekitar 17 km itu berhadiah mesin cuci, lemari es, dan alat elektronik lainnya. “Ini agenda BMPD di tahun kedua. Semoga dengan kegiatan-kegiatan seperti ini terjalin silaturahmi yang kuat,” harap pria yang juga menjabat pimpinan cabang BRI Tasikmalaya itu. initasik.com|ashani