Peristiwa

Kasus HIV/AIDS Bertambah

Kota Tasik | Posisi Kota Tasikmalaya dalam jumlah kasus HIV/AIDS belum tergoyahkan. Hingga saat ini masih menempati peringkat pertama. Tertinggi se-Priangan Timur. Sampai Oktober 2015, sudah ada 52 kasus baru. Total, sejak 2004 sampai sekarang tercatat ada 337 kasus HIV/AIDS.

Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Ari Harri Kusmara, menyebutkan, dalam rentang waktu 2004 s.d. 2014, angka tertinggi terjadi di 2007, yaitu 49 kasus. Di tahun ini, sampai Oktober, sudah ada 52 kasus baru.

Ia menjelaskan, pada 2007 penyebabnya dominan lantaran jarum suntik saat menggunakan narkoba. Namun, sejak 2010 sampai sekarang, penyebabnya bergeser pada heteroseksual dan homoseksual. “Kalau berdasarkan estimasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, di Kota Tasikmalaya ada 924 pengidap HIV/AIDS,” sebutnya dalam wawancara dengan initasik.com di kantor KPA Kota Tasikmalaya, Selasa, 1 Desember 2015.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya merupakan satu dari seratus kota/kabupaten di Indonesia yang perkembangan kasus HIV/AIDS-nya tercepat. “Ini mengkhawatirkan. Perlu ada penanggulangan yang serius. Jangan setengah-setengah. Semua harus duduk bersama, dan bekerja sampai tuntas,” tandas Ari.

Terpisah, pengurus KPA Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani, menyebutkan, sejak 2000 sampai 2015 tercatat ada 205 pengidap HIV/AIDS. Selain Singaparna, daerah yang paling banyak kasus HIV/AIDS-nya adalah Manonjaya, Rajapolah, dan Ciawi. Di 2015, kasus HIV terbanyak adalah pada kelompok LSL alias laki-laki suka laki-laki.

Sebelumnya, kata Dadan, mereka yang mengidap virus penyerang kekebalan tubuh itu kebanyakan pengguna narkoba suntikan. Tapi kini sudah merambah mereka yang bersiko rendah, seperti ibu rumah tangga.
“Kami terus memberikan penanganan dan sosialisasi tentang HIV/AIDS. Beberapa Puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya pun sudah ada yang siap memberikan pelayanan,” ujarnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar