Julianto B. Prastyono kedua dari kiri | Jay/initasik.com
Informasi

Kasus Narkotika Dominasi Penghuni Lapas Tasik

initasik.com, informasi | Saat ini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Tasikmalaya dihuni 373 warga binaan. Padahal, kapasitas muatnya cuma 88 orang. Kelebihan sampai 423 persen, sehingga dinyatakan sebagai lapas terpadat di Priangan Timur.

Dari 373 penghuni lapas, 30 persen di antaranya merupakan kasus narkotika. Itu yang terbanyak, disusul kasus kriminal seperti pencurian, kekerasan terhadap anak, penipuan, dan penggelapan.

Di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, sebanyak 126 orang warga binaan mendapatkan pengurangan masa tahanan atau remisi, mulai satu bulan sampai lima bulan. Lima orang di antaranya dapat remisi umum 2 alias bebas.

“Yang diusulkan dapat remisi semuanya 163 orang. Tapi, yang sudah mendapatkan surat keputusan baru 126 orang. Sisanya segera menyusul. Masih dalam proses,” sebut Kepala Lapas Klas II B Tasikmalaya, Julianto B. Prastyono, Kamis, 17 Agustus 2017.

Menurutnya, remisi biasa diberikan di Hari Kemerdekaan dengan dasar hukum yang jelas. Ada aturannya. Itu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada para warga binaan, serta percepatan pengurangan hunian lapas yang kelebihan kapasitas.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa membantu upaya merelokasi Lapas ke tempat yang lebih representatif. Apalagi sebagian besar penghuni lapas masih berusia produktif, sehingga harus benar-benar mendapatkan pembinaan dan diberi keterampilan sebagai bekal saat kembali lagi ke masyarakat. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?