Ilustrasi
Birokrasi

Kebijakan Minyak Goreng Kemasan Jangan Sulitkan Masyarakat Kecil

initasik.com, birokrasi | Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Maman, berharap agar kebijikan pemerintah pusat soal minyak goreng kemasan tidak menyulitkan masyarakat kecil.

Menurutnya, mulai 2019 nanti, pemerintah mewajibkan minyak goreng dijual dalam kemasan. Tidak ada lagi minyak goreng curah. Ia sependapat, digantikannya minyak goreng curah dengan bentuk kemasan memang jauh lebih higienis dan terjaga kualitasnya.

Namun, penetapan minimal takaran minyak yang disediakan dalam bentuk kemasan pun harus disesuaikan juga dengan kondisi masyarakat daerah. “Khususnya masyarakat di perkampungan. Kasihan. Mereka biasa beli paling seperempat liter. Sedangkan minyak goreng kemasan biasanya kalau tidak salah ukuran minimalnya kebanyakan setengah liter,” tuturnya saat diwawancara di ruang kerjanya, Jumat, 23 Maret 2018.

Untuk itu, ia berharap, kebijakan itu tidak merugikan siapapun. Ia mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan keterangan terkait ketetapan minimal takaran minyak dalam kemasan.

“Semoga saja jika kebijakan itu sudah berjalan, minyak kemasan kecil juga tersedia. Kita bukan berbicara soal kebutuhan minyak, meskipun membeli satu liter memang bisa terpakai untuk jangka panjang bagi keluarga kecil. Kita berbicara soal pendapatan masyarakat. Tidak semua masyarakat berpendapatan menengah ke atas,” tandasnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?