Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki (paling kanan), tertawa terbahak. Di samping kanannya ada Menkes Nila Moeloek, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Wagub Jabar Deddy Mizwar | Jay/initasik.com
Peristiwa

Keceriaan Saat Presiden Jokowi Lontarkan Pertanyaan Berhadiah Sepeda


intasik.com, peristiwa | Lawatan kerja Presiden Joko Widodo ke beberapa tempat sepertinya tidak lengkap bila tanpa mengajukan pertanyaan berhadiah sepeda. Begitupun saat berkunjung ke Kota Tasikmalaya,  Jumat, 9 Juni 2017.

Usai memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara simbolis kepada sepuluh penerima, di lapang SMPN 2 Kota Tasikmalaya, Presiden Jokowi melontarkan beberapa pertanyaan. Suasana berlangsung cair. Penuh tawa dan tepuk tangan. Terbangun keceriaan.

Menurutnya, Indonesia memiliki 34 provinsi, 516 kota dan kabupaten 516, 17 ribu pulau, 714 suku, dan 1.100 bahasa lokal 1100. “Tidak ada di dunia yang memiliki kekayaan sebanyak kita. Negara kita ini sangat besar. Ada yang bisa menyebutkan lima saja provinsi di Indonesia? Ayo tunjuk jari,” tanya presiden tanpa aba-aba.

Pertanyaan pertama itu dijawab Muhammad Rafik, siswa paket B. Meski tidak bisa menjawab lancar, satu unit sepeda dibawanya pulang. “Sudah. Sepedanya diambil,” kata presiden disambut hore dan tepuk tangan hadirin. “Di sepeda itu ada tulisan “Hadiah Presiden Jokowi”. Yang mahal itu tulisannya itu. Benar, nda? Nanti bisa dipakai untuk sekolah.”

Di pertanyaan kedua, presiden minta menyebutkan lima suku yang ada di Indonesia. Jokowi menunjuk seseorang yang mengacungkan tangan di bagian belakang. Majulah seorang siswi yang kemudian diketahui bernama Yuni Nurwahidah.

Belum juga ia sampai panggung, seorang anak SD ujug-ujug maju. “Itu engga ditunjuk maju. Siapa tadi yang tidak ditunjuk maju, siapa? Ayo ke sini. Lari. Lari. Cepat ke sini. Nih kurus kaya saya,” ucap Jokowi yang disambut tawa hadirin.

Pertanyaan soal macam-macam suku itu berhasil dijawab Yuni, meski tidak terlalu lancar. Ia kesulitan menjawab. Beberapa suku yang sudah disebutnya diulang lagi. Meski begitu, ia tetap mendapat sepeda.

Giliran anak SD yang maju tanpa ditunjuk. Ternyata dia murid SDN Sukamulya, Kota Tasikmalaya. Namanya Veri Agustin. Siswa kelas tiga. “Veri mau ditanya apa? Tadi suku sudah. Perkalian mau ngga?” tanya Jokowi.

Veri geleng kepala. Dia mau ditanya nama-nama ibu kota provinsi di Indonesia. Jokowi setuju. “Sekarang sebutkan tiga ibu kota provinsi,” pinta presiden.

“Ibu kota Papua, Jayapura. Ibu kota Jawa Barat, Bandung. Ibu kota Maluku Utara, Ternate,” jawab Veri.

“Betul. Tambah lagi. Tambah lagi satu,” timpal presiden disambut tawa hadirin.

“Ibu kota Sumatera Selatan, Palembang,” ujar Veri.

“Betul. Tambah satu lagi,” pinta presiden yang lagi-lagi disambut tepuk tangan.

“Ibu kota Sumatera Barat, Padang.”

“Betul. Satu lagi.”

“Ibu kota Nangroe Aceh Darussalam, Banda Aceh.”

“Betul. Lagi, satu lagi.”

“Ibu kota Maluku, Ambon.”

“Betul. Satu lagi.”

“Ibu kota Sulawesi Tengah, Palu.”

“Betul. Satu lagi.”

“Ibu kota Kalimantan Barat, Pontianak.”

“Betul. Papua sudah, Jawa sudah ada, kemudian Sumatera sudah ada, Kalimantan, Sulawesi juga sudah ada. Sudah. Sepedanya diambil,” ujar presiden disambut tepuk tangan lebih meriah.

“Pinter banget si Veri. Pinter banget. Veri itu pinter banget,” imbuh Jokowi.

Pertanyaan selanjutnya terkait sila-sila dalam Pancasila, serta seputar kota dan kabupaten yang ada di Indonesia. Kedua pertanyaan itu bisa dijawab dengan mudah. Dua sepeda dibawa milik dua orang penjawab.

“Sepedanya sudah habis. Saya ingin titip, belajar yang baik,” saran presiden. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?