Peristiwa

Kehadiran Go-Jek di Kota Tasik Direspons Keras Para Sopir Angkot

initasik.com, informasi | Kehadiran Go-Jek di Kota Tasikmalaya mendapat reaksi keras dari para sopir angkutan kota (angkot). Akung sopir angkot 05, Entang sopir 012, Udin sopir 011, dan Adul sopir 01, menolak keberadaan transportasi berbasis online itu.

Mereka mengatakan, sejak sepeda motor mudah dimiliki melalui kredit, usaha angkot semakin terpuruk. Pendapatan menurun. “Apalagi sekarang ada Go-Jek. Meski baru beberapa hari, dampaknya sudah terasa,” ujar Akung saat diwawancara initasik.com, Rabu, 12 Juli 2017.

Ia mengaku, sudah beberapa hari terakhir ini pendapatannya selalu kecil. Hari ini, sudah tiga kali jalan baru dapat uang Rp 40 ribu. Dibelikan bensin Rp 30 ribu. “Masa sampai siang begini ada uang sisa hanya sepuluh ribu rupiah? Dipakai buat makan juga habis. Belum untuk setoran,” tandasnya.

Menurutnya, dengan adanya Go-Jek, sekarang para calon penumpang semakin berkurang. Mereka dijemput atau diantar sampai tujuan. “Kalau hati sedang kesal, saya pernah memepet motor Go-Jek. Usaha sedang kacau begini melihat yang seperti itu jadinya tambah kesal,” ujar ayah tiga anak itu.

Entang melontarkan kekesalan serupa. Sopir angkot 012 itu mengatakan, pendapatannya semakin berkurang sejak Go-Jek beroperasi. “Sehari paling bawa pulang uang Rp 30 ribu,” sebutnya.

Baca juga: Ojek Pangkalan Kota Tasik Beri Peringatan ke Go-Jek

Nasib Adul lebih mengkhawatirkan. Ia beberapa kali mesti menutupi kekurangan uang setoran. Kalaupun sekarang masih bawa angkot, itu karena tidak ada pekerjaan lain. “Daripada diam di rumah tanpa kepastian, ya jalani saja yang ada,” ucapnya.

Dede Roni, mantan pengurus angkot Kota Tasikmalaya, memaklumi keresahan para sopir angkot. Saat ini penghasilan mereka memang menurun. “Ke depan kemungkinan besar bakal terjadi gesekan sosial, apalagi kalau Go-Jek tambah banyak. Saya sudah dengar, kawan-kawan sopir nanti akan demonstrasi,” katanya. [Jay]