Ato Rinanto | Jay/initasik.com
Informasi

Keluarga Kapten di Angkatan Darat Ingin Adopsi Bayi Malang


initasik.com, informasi | Kasus pembuangan bayi di sebuah warung, Jl. Lingkar Gentong, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 27 November 2017, hingga kini belum ada titik terang.

“Dari kepolisian belum menemukan benang merah, karena memang membutuhkan waktu yang lama,” ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Sabtu, 2 Desember 2017.

Lantaran waktu pengungkapan kasusnya lama dan tidak pasti sampai kapan, sementara bayi perlu pengasuhan maksimal, KPAID Kabupaten Tasikmalaya bersama instansi terkait akan rapat pada Selasa, 5 Desember 2017, lusa.

“Kita akan membahas masa depan bayi, dan memutuskan langkah apa yang akan diambil. Apakah langsung ambil sikap adopsi, atau pengasuhan sementara? Itu penting dilakukan segera, karena bayi memerlukan kasih sayang dan pengasuhan penuh,” tuturnya.

Saat ini, bayi tersebut masih di Puskesmas Ciawi. Kondisinya sehat. Sampai sekarang sudah ada 15 orang yang ingin menjadi orangtua angkat bayi malang itu. Lima orang di antaranya datang langsung melihat bayi. Salah satunya seorang kapten dari TNI Angkatan Darat yang bertugas di Bandung.

Menurutnya, perwira menengah itu datang langsung ke Ciawi dan menyatakan keinginannya mengadopsi bayi. “Mereka sudah enam tahun menikah, sampai sekarang belum dikaruniai anak,” imbuh Ato.

Bukan hanya sang kapten, mereka yang sudah melihat bayi malang itu ada juga pejabat di satu instansi, PNS, karyawan swasta, bahkan ada yang datang langsung dari Indramayu. “Kami tidak bisa memutuskan sendiri siapa yang akan mengadopsi bayi. Ada mekanisme yang harus ditempuh,” pungkasnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?